Beranda › Kabar Daerah › Detail
Kabar Daerah

BPBD Sulbar Pantau Asap Tebal di Pangale Mateng

✍️ Nasrullah🗓 7 Oktober 2026 ⏱ 2 menit baca
BPBD Sulbar Pantau Asap Tebal di Pangale Mateng
MAMUJU (malaqbi.com) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan terkait adanya asap tebal yang terlihat di wilayah Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah melakukan koordinasi dan pemantauan bersama BPBD Kabupaten Mamuju Tengah serta unsur terkait untuk memastikan sumber dan kondisi asap di lapangan.

Berdasarkan klarifikasi BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, sampai dengan penyusunan laporan belum terdapat laporan kejadian Karhutla baru di sekitar Kecamatan Pangale dalam kurun waktu dua hari terakhir. Karena itu, sumber asap tebal yang terlihat pada 5 Oktober 2026 belum dapat dipastikan berasal langsung dari wilayah Pangale.


Namun demikian, terdapat sejumlah lokasi bekas kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam wilayah sekitar yang masih berpotensi mengeluarkan asap sisa pembakaran, terutama pada area yang mengalami pembakaran di bawah permukaan tanah atau lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Desa Tobadak Kecamatan Tobadak, Desa Barakkang Kecamatan Budong-Budong, Desa Polocamba Kecamatan Pangale, serta lokasi lainnya di wilayah Tobadak. Salah satu lokasi di Desa Polocamba, Kecamatan Pangale, merupakan bekas kejadian Karhutla pada 30 September 2026 dengan luas sekitar 1 hektare dan masih berpotensi menimbulkan asap sisa pembakaran.

Selain potensi sumber asap lokal, BPBD Mamuju Tengah juga mempertimbangkan kemungkinan adanya asap kiriman dari luar wilayah. Kondisi tersebut masih memerlukan verifikasi lapangan dan pemantauan meteorologis lebih lanjut untuk memastikan sumber dan arah sebaran asap.

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa BPBD Sulbar bersama BPBD kabupaten dan seluruh unsur terkait akan terus mengedepankan kesiapsiagaan, pemantauan dan koordinasi dalam merespons setiap informasi kebencanaan yang diterima masyarakat.

“Setiap laporan yang masuk melalui Pusdalops menjadi bahan untuk segera dilakukan verifikasi dan koordinasi dengan BPBD kabupaten serta unsur terkait. Kita tidak boleh mengabaikan setiap informasi, terutama terkait Karhutla dan kondisi asap yang dapat berdampak terhadap masyarakat,” ujar Yasir Fattah, Selasa 6 Oktober 2026.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak asap. Kelompok rentan perlu mendapat perhatian karena asap sisa pembakaran berpotensi mengganggu kualitas udara dan mempengaruhi pernapasan.

BPBD Kabupaten Mamuju Tengah bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi lapangan serta mengambil langkah penanganan apabila diperlukan. (*)

Komentar

Berita Terkait