Eks Pemain Timnas Ini Optimistis Sepak Bola Sulbar Berkembang di Bawah Kepemimpinan Febrianto Wijaya
Polman (malaqbì.com) Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Ardan Aras, optimistis sepak bola Sulawesi Barat (Sulbar) dapat berkembang di bawah kepemimpinan Febrianto Wijaya yang menjadi bakal calon tunggal Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulbar.
Ardan Aras merupakan mantan pemain Timnas Indonesia, mulai dari kelompok umur hingga senior, yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Saat ini, ia duduk sebagai anggota DPRD.
Di level profesional, Ardan Aras yang berposisi sebagai gelandang bertahan pernah memperkuat sejumlah klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, di antaranya PSM Makassar, Pelita Jaya, Mitra Kukar, Barito Putera, PSS Sleman, hingga Persijap Jepara.
Ardan Aras menilai pencalonan Febrianto Wijaya menjadi harapan besar bagi perkembangan sepak bola di Sulbar. Terlebih, sejumlah pemilik suara disebut menginginkan Febrianto Wijaya memimpin sepak bola di daerah tersebut.
"Tentunya ini harapan besar untuk sepak bola Sulbar. Dengan beliau calon tunggal, insya Allah lancar," kata Ardan Aras, Jumat 30 Oktober 2026.
Menurut Ardan Aras, Febrianto Wijaya merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan dunia sepak bola. Ia menilai, kecintaan dan keterlibatan Febrianto Wijaya dalam sepak bola menjadi salah satu hal yang mendasari optimismenya.
"Beliau itu, kita tahu sendiri beliau adalah pelaku, beliau juga pecinta, juga jiwanya saya lihat adalah sepak bola. Beliau adalah saudara saya," ujarnya.
Ardan Aras mengatakan, sepak bola Sulbar juga kerap menjadi topik pembicaraan saat dirinya bertemu atau berdiskusi dengan Febrianto Wijaya.
"Ketika ada hal-hal, ada kesempatan untuk ketemu atau berdiskusi tidak jauh-jauh dari sepak bola Sulbar yang dibicarakan di tempat kopi atau di mana," ungkap Ardan Aras.
Pemilik salah satu klub sepak bola lokal Polman, yakni Tidola Darma FC itu, juga menilai visi dan misi yang dimiliki Febrianto Wijaya menjadi harapan bagi kemajuan sepak bola Sulbar ke depan.
"Kemudian visi-misi beliau sangat jelas bahwa insya Allah yang terbaik untuk sepak bola Sulbar," katanya.
Meski optimistis, Ardan Aras mengingatkan bahwa membangun sepak bola di daerah bukan perkara mudah. Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Ketua Asprov PSSI Sulbar apabila Febrianto Wijaya terpilih nantinya.
"Tapi dengan adanya pengalaman baik sebagai pemain, juga sebagai manajer atau direktur akademi tiga tahun berturut-turut kalau tidak salah," pungkas Ardan Aras.
Ardan Aras berharap, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membangun sepak bola Sulbar. Ia juga menilai pengelolaan akademi memiliki keterkaitan dengan pembinaan sepak bola yang nantinya akan dijalankan di tingkat provinsi.
"Itu menjadi modal penting atau pengalaman besar. Dan saya pikir tidak akan jauh berbeda di akademi dengan yang akan diterapkan nanti," tutupnya.
Untuk diketahui, proses pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulbar telah memasuki masa sanggah bakal calon ketua. Dalam proses tersebut, Febrianto Wijaya menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftar. (*)
Ardan Aras merupakan mantan pemain Timnas Indonesia, mulai dari kelompok umur hingga senior, yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Saat ini, ia duduk sebagai anggota DPRD.
Di level profesional, Ardan Aras yang berposisi sebagai gelandang bertahan pernah memperkuat sejumlah klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, di antaranya PSM Makassar, Pelita Jaya, Mitra Kukar, Barito Putera, PSS Sleman, hingga Persijap Jepara.
Ardan Aras menilai pencalonan Febrianto Wijaya menjadi harapan besar bagi perkembangan sepak bola di Sulbar. Terlebih, sejumlah pemilik suara disebut menginginkan Febrianto Wijaya memimpin sepak bola di daerah tersebut.
"Tentunya ini harapan besar untuk sepak bola Sulbar. Dengan beliau calon tunggal, insya Allah lancar," kata Ardan Aras, Jumat 30 Oktober 2026.
Menurut Ardan Aras, Febrianto Wijaya merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan dunia sepak bola. Ia menilai, kecintaan dan keterlibatan Febrianto Wijaya dalam sepak bola menjadi salah satu hal yang mendasari optimismenya.
"Beliau itu, kita tahu sendiri beliau adalah pelaku, beliau juga pecinta, juga jiwanya saya lihat adalah sepak bola. Beliau adalah saudara saya," ujarnya.
Ardan Aras mengatakan, sepak bola Sulbar juga kerap menjadi topik pembicaraan saat dirinya bertemu atau berdiskusi dengan Febrianto Wijaya.
"Ketika ada hal-hal, ada kesempatan untuk ketemu atau berdiskusi tidak jauh-jauh dari sepak bola Sulbar yang dibicarakan di tempat kopi atau di mana," ungkap Ardan Aras.
Pemilik salah satu klub sepak bola lokal Polman, yakni Tidola Darma FC itu, juga menilai visi dan misi yang dimiliki Febrianto Wijaya menjadi harapan bagi kemajuan sepak bola Sulbar ke depan.
"Kemudian visi-misi beliau sangat jelas bahwa insya Allah yang terbaik untuk sepak bola Sulbar," katanya.
Meski optimistis, Ardan Aras mengingatkan bahwa membangun sepak bola di daerah bukan perkara mudah. Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Ketua Asprov PSSI Sulbar apabila Febrianto Wijaya terpilih nantinya.
"Tapi dengan adanya pengalaman baik sebagai pemain, juga sebagai manajer atau direktur akademi tiga tahun berturut-turut kalau tidak salah," pungkas Ardan Aras.
Ardan Aras berharap, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membangun sepak bola Sulbar. Ia juga menilai pengelolaan akademi memiliki keterkaitan dengan pembinaan sepak bola yang nantinya akan dijalankan di tingkat provinsi.
"Itu menjadi modal penting atau pengalaman besar. Dan saya pikir tidak akan jauh berbeda di akademi dengan yang akan diterapkan nanti," tutupnya.
Untuk diketahui, proses pemilihan Ketua Asprov PSSI Sulbar telah memasuki masa sanggah bakal calon ketua. Dalam proses tersebut, Febrianto Wijaya menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftar. (*)
Komentar
Berita Terkait

Dari Akademi PSM ke Bursa Ketua PSSI Sulbar, Febrianto Bawa Rekam Jejak Pembinaan Pemain
π 17 dibaca
Bakal Calon Ketua PSSI Sulbar Febrianto Wijaya Kini Kantongi 11 Rekomendasi
π 21 dibaca
Pastikan Event Pariwisata Berkontribusi Nyata, Dispoparekraf Sulbar Dorong Digitalisasi Data Dampak Event
π 9 dibaca
Ketika Kepalan Tangan Diganti Acungan Jari : Keruntuhan Nilai Atau Sekadar Alterasi Estetika
π 15 dibaca
