Mamuju Run 2026Iklan
Beranda β€Ί Hot Topik β€Ί Detail
Hot Topik

Update Karhutla Sejak Januari Hingga Oktober 2026, Tertinggi Kabupaten Majene

✍️ NasπŸ—“ 17 Oktober 2026πŸ‘ 8 dibaca ⏱ 3 menit baca
Update Karhutla Sejak Januari Hingga Oktober 2026, Tertinggi Kabupaten Majene
MAMUJU (malaqbi.com) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan pembaruan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, serta dampak kekeringan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat.Β 
Berdasarkan laporan real-time periode 1 Januari hingga Jumat 16 Oktober 2026, dengan pembaruan pukul 17.00 WITA, tercatat peningkatan data kejadian karhutla di Kabupaten Majene. Sementara itu, proses pemadaman masih berlangsung di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, dan distribusi air bersih terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa pemantauan dan pembaruan data melalui Pusdalops merupakan bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan, koordinasi lintas sektor, serta percepatan penanganan bencana di daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, untuk memperkuat kesiapsiagaan, mengoptimalkan penanganan karhutla dan kekeringan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Berdasarkan rekapitulasi Pusdalops BPBD Sulbar, sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Oktober 2026, tercatat 519 kejadian karhutla di enam kabupaten di Sulawesi Barat, dengan total luas lahan terdampak mencapai 878,48 hektare. Kabupaten Majene mengalami peningkatan data kejadian dan menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan serta pengendalian kebakaran lahan.
Adapun rincian kejadian karhutla berdasarkan kabupaten meliputi Kabupaten Mamuju sebanyak 52 kejadian dengan luas lahan terbakar 86,18 hektare, Kabupaten Majene 172 kejadian dengan luas 161,14 hektare, Kabupaten Polewali Mandar 145 kejadian dengan luas 559,92 hektare, Kabupaten Mamuju Tengah 84 kejadian dengan luas 56,81 hektare, Kabupaten Mamasa 57 kejadian dengan luas 11,03 hektare, serta Kabupaten Pasangkayu sebanyak 9 kejadian dengan luas 3,39 hektare.
Selain karhutla, laporan tersebut mencatat 88 kejadian kebakaran permukiman dengan total 165 unit terdampak. Sementara itu, luas dampak kawasan hutan yang tercatat mencapai 441,12 hektare, dengan proses validasi data pada sejumlah wilayah masih berlangsung.
Dalam penanganan kejadian terkini, Pusdalops BPBD Sulbar melaporkan bahwa kebakaran lahan di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, masih dalam proses pemadaman. Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas dan unsur terkait guna mengendalikan api serta mencegah perluasan area terdampak.
Di sisi lain, dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat di beberapa kabupaten. Pendistribusian air bersih secara intensif terus dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Pasangkayu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air untuk konsumsi dan keperluan rumah tangga.
Berdasarkan rekapitulasi distribusi air bersih, total volume air yang tercatat telah disalurkan mencapai 3.921.783 liter. Distribusi tersebut meliputi Kabupaten Mamuju sebanyak 459.450 liter, Kabupaten Majene 355.000 liter, Kabupaten Polewali Mandar 284.000 liter, Kabupaten Mamuju Tengah 2.021.033 liter, serta Kabupaten Pasangkayu 802.300 liter. Data distribusi di Kabupaten Mamasa masih dalam proses validasi.
Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa penanganan karhutla dan kekeringan harus dilaksanakan secara terpadu, mulai dari pemantauan titik panas, patroli dan pemadaman, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
β€œPusdalops terus memantau perkembangan situasi dan memperbarui informasi dari kabupaten. Kami mendorong agar penanganan kebakaran di wilayah yang masih dalam proses pemadaman dilakukan secara terkoordinasi, sementara distribusi air bersih harus terus diupayakan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi,” tutup Yasir Fattah (*)

Komentar

Berita Terkait

Malaqbi Institute Minta Pemda Atensi Ancaman Kesehatan Anak Sekolah Akibat Asap Karhutla

πŸ‘ 43 dibaca

Kondisi Iklim Kian Memburuk Dampak Karhutlat, Polda Sulbar Gelar Doa Bersama

πŸ‘ 26 dibaca

Tim Siaga Darurat BPBD Sulbar Pantau Sebaran Titik Panas dan Kabut Asap

πŸ‘ 27 dibaca

Sekprov Sulbar Sayangkan Adanya ASN Pemprov Yang Terlibat Narkoba

πŸ‘ 35 dibaca