Mamuju Run 2026Iklan
Beranda › Kabar Pemuda › Detail
Kabar Pemuda

Peringati Hari Sumpah Pemuda, GMNI Mamuju Suarakan Tiga Tuntutan kepada Pemerintah

✍️ 🗓 29 Oktober 2026👁 4 dibaca ⏱ 2 menit baca
Peringati Hari Sumpah Pemuda, GMNI Mamuju Suarakan Tiga Tuntutan kepada Pemerintah
Mamuju (malaqbi.com) Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Mamuju menggelar Panggung Ekspresi bertema “Sejarah Indonesia adalah Sejarah Pemuda”. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kaum muda untuk merefleksikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Dalam kegiatan itu, kader DPC GMNI Mamuju menggelar pembacaan ikrar Sumpah Pemuda secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat persatuan dan perjuangan generasi muda yang menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia.
Selain pembacaan ikrar, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan konferensi pers yang memuat tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan aparat penegak hukum (APH).

Pertama, GMNI Mamuju mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Desakan ini didasarkan pada perlunya penanganan yang serius dan terkoordinasi dari pemerintah pusat, terutama dalam melindungi masyarakat, menanggulangi bencana, serta memulihkan wilayah terdampak.
Kedua, GMNI Mamuju mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dana siap pakai untuk penanggulangan bencana karhutla. Organisasi mahasiswa tersebut menekankan bahwa anggaran penanggulangan bencana harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Setiap dugaan penyimpangan, menurut mereka, perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum yang profesional, objektif, dan berdasarkan bukti.
Ketiga, GMNI Mamuju mendesak Presiden Prabowo Subianto mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi logam tanah jarang (LTJ) milik PT Perminas di Sulawesi Barat. GMNI menilai kebijakan pengelolaan sumber daya alam perlu mempertimbangkan aspek keselamatan lingkungan, kepentingan masyarakat, dan keadilan sosial, bukan semata-mata berorientasi pada investasi.

Bagi DPC GMNI Mamuju, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai sebagai pengingat atas tanggung jawab historis pemuda untuk terlibat dalam perjuangan, mengawal kebijakan publik, serta menyuarakan kepentingan rakyat di tengah berbagai persoalan bangsa.

Tema “Sejarah Indonesia adalah Sejarah Pemuda” menegaskan bahwa perubahan membutuhkan keberanian untuk berpikir kritis, bersikap tegas, dan bertindak demi kepentingan bersama.

Melalui Panggung Ekspresi, DPC GMNI Mamuju menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menyikapi persoalan kebencanaan, dugaan penyalahgunaan anggaran, dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang berdampak terhadap masyarakat luas.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran kolektif dan memperkuat keberpihakan pemuda terhadap rakyat. GMNI Mamuju menilai perjuangan pemuda tidak berakhir setelah ikrar Sumpah Pemuda dibacakan, tetapi terus berlanjut selama keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat masih menjadi cita-cita yang harus diperjuangkan.

Bagi GMNI Mamuju, Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah, melainkan mandat perjuangan bagi generasi muda untuk terus bersuara, bergerak, dan berdiri bersama rakyat. (*)




Komentar

Berita Terkait

Bantuan Karhutla Tahap II Untuk 7 Provinsi Dari Pemerintah Pusat, Sulbar Tidak Tercantum Dalam Daftar

👁 53 dibaca

Kapolda Sulbar Tegaskan Masuk Polisi Tak Dipungut Biaya Apapun

👁 80 dibaca

Sebanyak 148 Kendaraan Dinas dan Sejumlah Aset Daerah Siap Lelang

👁 118 dibaca