2025-07-04 | Dibaca: 614
MAMUJU (malaqbi.com) Komite Mahasiswa Peduli Pendidikan (KOMPED) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (4/7/2025).
Mahasiswa menyoroti dugaan praktik KKN dalam pengelolaan program beasiswa yang dilakukan oleh Pemprov Sulbar.
Koordinator aksi, Muh. Fiqra Haykal, menyampaikan bahwa alokasi dana beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diploma, Strata 1, Magister hingga Doktor direncanakan sebanyak 1.000 kuota. Mereka mempertanyakan transparansi dalam proses penyaluran dana tersebut.
“apakah penyaluran beasiswa itu sudah tepat sasaran. Tidak ada keterbukaan kepada publik mengenai siapa saja yang menerima. Ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik KKN,â€sebut Fikra dalam orasinya
Selain itu mereka juga menyoroti kinerja Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan program tersebut. Ia menilai biro tersebut gagal menjalankan prinsip transparansi publik.
“Sulawesi Barat masih memiliki keterbatasan dalam mengakses data secara terbuka. Ini memperkuat dugaan bahwa penyaluran beasiswa hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang memiliki kedekatan dengan pejabat,†tambahnya.
Menurut Fiqra, temuan tersebut merupakan hasil kajian internal bersama seluruh anggota KOMPED. Mereka menuntut pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.
Adapun tiga tuntutan yang disampaikan massa aksi adalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan program beasiswa Pemprov Sulbar dinilai tidak transparan dan diduga kuat hanya diperuntukkan bagi kerabat pejabat.
2. Mendesak Gubernur Sulbar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Biro Kesra.
3. Meminta Gubernur segera mencopot Kepala Biro dan Kepala Bagian Kesra karena diduga sebagai aktor utama dalam dugaan skandal beasiswa tersebut. (P/*)