Menakar Kinerja KPK Jilid III

Malaqbi.com | Redaksi

2013-07-31 | Dikunjungi: 2238 Kali
Oleh : Rahmat Idrus (Dekan Fakultas Hukum UNIKA Mamuju)
Langkah-langkah berani Komisi Pemberantasan Korupsi telah lama dinanti oleh publik, lembaga pemberantasan tindak pidana korupsi ini tak luput dari sorotan masyarakat, baik dari segi kinerja maupun integritasnya. bukan tanpa alasan mengapa rakyat Indonesia begitu berharap banyak pada lembaga yang satu ini, salah satunya adalah betapa rakyat merindukan bangsa ini bisa terlepas dari jerat maut para koruptor, yang sudah mencapai level kronis bahkan kalau boleh dibilang tidak ada lagi dimensi kehidupan yang luput dari persoalan korupsi, bahkan pengadaan Al-Quran pun dikorup (Naudzubillah).

Lantas apa langkah-langkah reel lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad ini, mungkin untuk menjawab pertanyaan ini sekali lagi kita kembalikan pada penilaian publik, namun melalui tulisan ini penulis mencoba menilai secara obyektif langkah-langkah pemberantasan yang telah dan akan dilakukan kpk dibawah kepemimpinan baru sekarang. KPK jilid III ini resmi bekerja pada desember 2011, dalam rentang waktu yang relatif masih sangat muda ini beberapa langkah-langkah penanganan perkara korupsi yang sempat terhenti, kembali di gedor, sebut saja penetapan tersangka Angelina Sondakh, Miranda Goeltom, dan sekarang sederet nama anggota DPRD Provinsi Riau dan pejabat-pejabat lainnya juga telah diproses.

Khusus menjelang bulan ramadhan, kelihatan jika KPK menjadikan momentum untuk membuktikan ke khalayak jika mereka benar-benar bekrja. Sebut saja kasus suap pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), kasus proyek PLTU lampung, kasus pengadaan atau pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berupa solar home system (SHS) di Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Kementerian ESDM, kasus suap DPRD Riau, adalah sederet kasus yang telah ditangani bertepatan dengan bulan ramadhan ini. Sepatutnya sebagai masyarakat yang telah lama menunggu penegakan hukum khususnya dibidang tindak pidana korupsi, kita mendukung kinerja KPK, hal ini akan membuktikan jika rakyat inidonesia berada dibelakang KPK dalam memberantas korupsi musnah dari bumi pertiwi.

Korupsi sebagai extra ordinary crime akan berubah menjadi super extra ordinary crime ketika warga bangsa tidak menyadari keseriusan dampak dari kejahatan ini. Ketidak seriusan nampak dari penegakan hukum yang tidak menimbulkan efek jera.

Korupsi belum dilihat sebagai penyebab dari kemiskinan atau ketidaksejahteraan di Indonesia. Korupsi belum dilihat sebagai penyebab dari buruknya pelayanan publik seperti administrasi kependudukan, pendidikan atau kesehatan. Dan mungkin saja, korupsi menjadi penyebab naiknya harga kebutuhan pokok atau BBM. Ketika korupsi belum disadari sebagai penyebab berbagai masalah yang dialami bangsa ini, maka bangsa Indonesia akan beranggapan bahwa korupsi hanya urusan pelaku korupsi dan aparat penegak hukum. Padahal korupsi adalah tindakan mencuri dana publik untuk memperkaya koruptor. Kesadaran belum sampai pada hilangnya dana publik akan mengurangi kemampuan negara c.q pemerintah untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. (Yakub Adi Krisanto, Kompas 18-05-2011).

Tantangan terberat Abraham Samad dan kawan-kawan, adalah membuktikan jika dirinya mampu mengungkap kasus-kasus besar lainnya seperti kasus Bank Century, kasus Hambalang dan lain-lain. Oleh karena itu kita semua berharap hendaknya tahun ini bisa dijadikan sebagai tonggak sejarah pembersihan bangsa ini dari penyakit korupsi, bukan oleh KPK saja tetapi seluruh anak bangsa, yang mengaku mencintai bangsa ini, yang mengharapkan agar tujuan bangsa tercapai yakni kesejahteraan bagi seluruh tumpah dara Indonesia. (ED:dnHaris)


- Pilkada Sulbar
2017-02-04
Orasi Politik Syahrir Hamdani
2017-02-01
Pemanfaatan Teknologi, Cara SDK-Kalma Perbaiki Tatanan Birokrasi
2017-02-01
Hasil Pertemuan Aras Tammauni Dengan Megawati
- Berita Lainnya
2026-03-10
Sarina GMNI Cabang Mamuju Peringati Momentum Hari Perjuangan Perempuan
2026-03-10
Seni Melawan Sunyi: Perempuan Muda di Mamuju Rayakan IWD 2026 dengan Seni dan Refleksi Tubuh
2026-03-10
Timah Panas Hentikan Pelarian DPO Residivis Pelaku Curanmor Lintas Provinsi
2026-02-21
Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru
2026-02-20
Dua Pria di Kalumpang Tewas Tertimbun Diduga di Lubang Tambang Emas
2026-02-15
Tak Kunjung Mekarkan Kota Madya Mamuju, Pemerintah Dinilai Langgar Undang-Undang
2026-02-15
Dualisme DPC GMNI Mamuju Berakhir, Dua Kubu Sepakat Bersatu Usai Konflik Sejak 2019
2026-02-13
Polisi Ungkap Kasus Curanmor Khusus Trail di Mamuju
2026-02-13
Tes Kesamaptaan Jasmani Polda Sulbar, Personel Antusias Jaga Kondisi Fisik
2026-02-12
Rikkes Berkala Polda Sulbar, Pastikan Kesehatan Prima Personel untuk Pelayanan yang Optimal
2026-02-12
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
2026-02-11
Dialog Interaktif Operasi Keselamatan Marano di RRI Mamuju, Dirlantas: Fokus pada Budaya Tertib Berk
2026-02-11
LPS Media Meet Up, Upaya Edukasi Masyarakat Simpan Uang di Bank Dengan Aman
2026-02-10
Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah
2026-02-10
Jamin Keamanan dan Keselamatan Berkendara, Ditlantas Polda Sulbar Gencarkan Pelayanan di Tengah Masy