Hobi Koleksi Tulang, Seniman Kampoeng: Ini Untuk Sulbar
Koleksi tulang Seniman Kampoeng pada pameran di Mamuju Desember 2014. Foto: Sahrir Djamali
2015-01-21 | Dikunjungi: 3657 Kali
Mamuju (Malaqbi.com) - Seniman Kampoeng kini telah naik daun di Sulawesi Barat setelah menggelar pameran karya seni di Rumah Adat Mamuju yang di rangkaikan dengan pertunjukan atraksi maut pada bulan Desember 2014 kemarin.
Salah satu ciri khas kelompok ini adalah gemar mengoleksi tulang yang dirangkai kembali menjadi kerangka utuh hewan. Hasil dari koleksi itu jugalah yang kemarin sempat menarik perhatian warga Ibukota saat pameran.
"Kami lakukan ini juga untuk Sulbar khususnya untuk hewan menjadi ciri khas daerah kita, ini semata-mata karya Seni bukan yang lain," kata Pimpinan Seniman Kampoeng, Alimuddin kepada malaqbi.com, Selasa(20/01/2015).
Lebih lanjut Ali membeberkan telah mengoleksi lumayan banyak tulang utuh yang telah dirangkai menjadi sebuah kerangka.
"Saat ini ada 9 kerangka utuh yang menjadi koleksi kami diantaranya, kuda, anoa, kucing, anjing hutan, babi hutan, ular, kera, ayam, dan rusa, semuanya utuh, ini bisa menjadi aset Sulbar jika pemerintah jeli" papar Ali.
Untuk mengumpulkan tulang-tulang tersebut butuh waktu yang lama, dan juga menunggu momen.
"Kita butuh waktu lama, karena kita bisa mengoleksi ketiak ada hewan yang mati. Jadi kami tidak membunuh hewannya untuk di koleksi tulangnya tapi hewan yang sudah mati. Ketika kami mendengar ada hewan yang mati di suatu tempat kami lengsung bergegas kesana untuk mengambilnya apa lagi jika hewan langka," tegas Ali.
"Walaupun harus mengeluarkan biaya kami akan ambil. Sekali lagi kami tekankan kami tidak membunuh hewan karena jika membunuh itu bukan seniman. Saat ini kami sedang berusaha mengumpulkan tulang paus raksasa yang terdampar di perairan simboro," pungkasnya.
(Alling.mc/Ed:dh)