27 Agustus 1935 adalah hari kelahiran pahlawan kebenaran
dari tanah Mandar, Baharuddin Lopa. Pria yang lahir di Pambusuang, Polewali
Mandar ini sejak masa mudanya telah memperlihatkan kecekatannya dalam
menegakkan keadilan.
Dalam usianya"/>
27 Agustus 1935 adalah hari kelahiran pahlawan kebenaran
dari tanah Mandar, Baharuddin Lopa. Pria yang lahir di Pambusuang, Polewali
Mandar ini sejak masa mudanya telah memperlihatkan kecekatannya dalam
menegakkan keadilan.
Dalam usianya" />
27 Agustus 1935 adalah hari kelahiran pahlawan kebenaran
dari tanah Mandar, Baharuddin Lopa. Pria yang lahir di Pambusuang, Polewali
Mandar ini sejak masa mudanya telah memperlihatkan kecekatannya dalam
menegakkan keadilan.
Dalam usianya yang baru 23 tahun atau pada tahun 1958, dia
telah menjadi Jaksa di Kejaksaan Negeri Ujung Pandang (Sekarang Makassar)
sampai pada tahun 1960. Setelah itu, dia terpilih menjadi Bupati Majene pada usianya
yang baru menginjak 25 tahun. Tidak hanya itu, Baharuddin Lopa juga pernah
menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan
Barat dan pada tahun 1982, Baharuddin Lopa atau akrab disapa Barlop ini menjadi
Kepala Kejati di Sulawesi Selatan.
Banyak sekali kasus korupsi terendap yang kemudian diangkat Barlop ke permukaan. Salah satunya adalah kasus korupsi bidang reboisasi
senilai Rp 7 Milyar. Sejumlah nama besar seperti Tony Gozal alias Go Tiong Kein
dan si “Raja Hutan†Bob Hasan pun dijebloskan Barlop ke Nusakambangan.
Barlop juga menjabat sebagai Sekjen di Komnasham pada Periode
1993-1998 dan pada tahun 1999, dia diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk
Arab Saudi oleh Abdul Rahman Wahid, Presiden RI pada saat itu.
Pada tanggal 9 Februari 2001, Baharuddin Lopa diangkat
menjadi Menteri Hukum dan HAM RI yang pada saat itu masih bernama Menteri Hukum
dan Perundang-undangan menggantikan Yusril Ihza Mahendra. Dan pada 6 Juni 2001,
Baharuddin Lopa diangkat menjadi Jaksa Agung menggantikan Marzuki Darusman.
Baharuddin Lopa meninggal pada tanggal 3 Juli 2001 di
Riyadh, Arab Saudi. Dikabarkan Baharuddin Lopa berangkat ke Arab Saudi dalam
rangka berpamitan dengan pemerintah Arab Saudi sekaligus melaksanakan ibadah
Umroh.
Dia dikabarkan meninggal akibat gagal jantung, namun banyak
pihak meragukan penyebab kematiannya tersebut. Karena dalam catatan medisnya,
Lopa tidak pernah mengalami gejala penyakit jantung. Namun yang pasti, dalam kurang
lebih 1 bulan masa jabatannya sebagai Jaksa Agung, dia telah mencatat deretan panjang konglomerat dan
pejabat yang diduga terlibat KKN untuk diseret ke pengadilan.
Baharuddin Lopa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata
dengan Upacara Militer yang dipimpin langsung Menkopolhukam, Agum Gumelar pada
saat itu. (dari berbagai sumber)