Judul diatas adalah sepenggal lirik lagu Iwan Fals mengingatkan kita fenomena yang tidak jauh berbeda dangan kondisi hari ini, dimana rencana pemerintah akan mena"/>       
Judul diatas adalah sepenggal lirik lagu Iwan Fals mengingatkan kita fenomena yang tidak jauh berbeda dangan kondisi hari ini, dimana rencana pemerintah akan mena" /> BBM (Biang Banyak Miskin) Makin Naik

BBM (Biang Banyak Miskin) Makin Naik

Malaqbi.com | Redaksi

2013-07-31 | Dikunjungi: 1872 Kali
"BBM Naik Tinggi Susu Tak Terbeli, Orang Pintar Tarik Subsidi, Anak Kami Kurang Gizi"
      
Judul diatas adalah sepenggal lirik lagu Iwan Fals mengingatkan kita fenomena yang tidak jauh berbeda dangan kondisi hari ini, dimana rencana pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan melambung semakin tinggi membuat masyarakat harus jauh dari bahan subsidi katanya untuk rakyat, tentunya hal ini akan akam memicu naiknya harga berbagai macam kebutuhan pokok masyarakat tidak terkecuali harga susu, yang selama ini kebanyakan lebih pada mengandalkan susu produk buatan sebagai alternative pengganti bagi ASI.

Sejatinya Subsidi BBM dari APBN pada awalnya memang dimaksudkan untuk membantu rakyat kurang mampu. Subsidi adalah salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat. Dengan subsidi, harga beli suatu barang atau jasa menjadi lebih murah daripada nilai ekonomisnya. Dalam hal subsidi BBM, pemerintah "menalangi" sebagian harga BBM yang dibeli masyarakat sehingga harga BBM menjadi lebih murah daripada nilai ekonomisnya.
 
Pilihan tak populis tampaknya sulit terhindarkan dari asumsi dan logika pemerintah yang tidak pernah berubah dan mungkin memang begitu adanya, dengan bersandar atas membengkaknya harga minyak dunia yang akan berdampak pada melonjaknya subsidi BBM di APBN, sehingga
perlu untuk mencabut sebagian subsidi serta menaikan harga BBM pada per 1 april 2012.
 
Rupanya kenaikan harga BBM menjadi solusi pemerintah dalam menutup defisit APBN, hal ini terasa tidak adil dan menyengsarakan rakyat. Dalam banyak hal, selalu saja rakyat banyak yang dijadikan korban. Jika carut-marut ekonomi lebih banyak ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah, praktik korupsi, pencucian uang Negara, regulasi yang tidak memihak rakyat, ulah para bankir dan konglomerat hitam, mengapa rakyat banyak yang harus selalu menanggung akibatnya? 
 
Sekiranya Sejarah panjang bangsa ini senantiasa menggoreskan sebuah kekuatan massa rakyat yang bangkit bersama melawan atas sebuah  kenyataan yang tak berpihak, keadaan ekonomi nasional kita yang dicengkram oleh kekuatan asing menjadi salah satu momok, baik itu organisasi
moneter dunia, negara asing maupun oleh perusahaan multinasional/trans nasional.

Cengkraman itu senantiasa memaksa kita menjadi negara yang sangat tergantung dengan perubahan situasi ekonomi dunia. Kendati interpelasi ekonomi nasional dengan ekonomi dunia memang menjadi bagian kenyataan global , namun posisi kita sebagai suatu bangsa masih sangat menghawatirkan. Sehingga tak heran kemudian kita akan Begitu banyak menjumpai fenomena sosial yang selalu menjadi malapeta bagi masyarakat. Kini terlihat dalam berbagai tayangan dimana antrian dan kelangkaan minyak sudah mulai terjadi hampir diseluruh daerah Indonesia padahal kita ketahui bersama bahwa bangsa kita masih menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, yang nantinya akan dibarengi dengan naiknya harga Sembako yang sebagai efek dari kenaikan ongkos produksi yang banyak menggunakan minyak.
 
Selain itu, yang makin memperparah keadaan negeri ini adalah para pemegang kebijakan lebih pro terhadap investasi asing yang bertebaran dari ujung sumatera hingga ujung timur papua yang membawa pergi kekayaan nasional kita dan mengenyam keuntungan berlebih dari itu. serta Eksplorasi Migas  yang berdampak pada kerusakan alam dan kondisi sosial masyarakat termasuk Konflik Agraria,Dengan dalih bahwa masuknya  ke Indonesia untuk memberikan manfaat sebagai penopang pembangunan dan percepatan pertumbuhan ekonomi ternyata justru sama sekali tidak mampu menggerakkan ekonomi nasional dan hanyalah menjadi bualan belaka. Inilah awal petaka bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas miskin karena tidak mampu mengakses sumber daya alam, BBM, kesehatan, pendidikan, serta layanan publik lainnya.
 
Tidak hanya sampai disana ternyata rancangan kenaikan BBM pada awal bulan april akan diikuti
dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang akan semakin menambah daftar panjang luka  bangsa ini yang nantinya berujung pada pembunuhan ekonomi masyarakat kecil dan membuat semakin menderita akibat ketidak mampuan  mengakses harga dan ketidak berdayaan menghadapi persoalan.
 
Di tengah-tengah krisis ekonomi yang menghimpit masyarakat saat ini, menaikkan harga BBM dan listrik adalah tindakan yang sangat sewenang-wenang, zalim, dan tidak mempedulikan kesulitan yang diderita masyarakat. Pemerintah tidak menunjukkan dirinya sebagai sebuah institusi yang memiliki otoritas untuk melindungi dan mengatur kesejahteraan rakyatnya. Jika pemerintah  sudah tidak lagi mempedulikan urusan rakyatnya sendiri dan tidak mau tahu dengan
kesulitan yang dihadapi masyarakat, lalu siapa yang mengatur dan memelihara urusan rakyat?  Sikap seperti ini tentu jauh dari sikap memegang amanah sebagai pihak yang wajib memelihara kemaslahatan rakyat.
 
Dengan argumentasi diatas tadi, maka kenaikan BBM harus di tolak, karena tidak mencerminkan asas keadilan dan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil. Tidak ada yang dilakukan oleh pemerintah, kecuali hanya bersandar pada alasan-alasan klasik,

Oleh : Anhar            
*Pendiri IPMA MATRA (Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara) Sulbar
*Sekjend Pusat Studi Strategis Malaqbi (PUSSMA)


- Pilkada Sulbar
2017-02-04
Orasi Politik Syahrir Hamdani
2017-02-01
Pemanfaatan Teknologi, Cara SDK-Kalma Perbaiki Tatanan Birokrasi
2017-02-01
Hasil Pertemuan Aras Tammauni Dengan Megawati
- Berita Lainnya
2026-03-10
Sarina GMNI Cabang Mamuju Peringati Momentum Hari Perjuangan Perempuan
2026-03-10
Seni Melawan Sunyi: Perempuan Muda di Mamuju Rayakan IWD 2026 dengan Seni dan Refleksi Tubuh
2026-03-10
Timah Panas Hentikan Pelarian DPO Residivis Pelaku Curanmor Lintas Provinsi
2026-02-21
Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru
2026-02-20
Dua Pria di Kalumpang Tewas Tertimbun Diduga di Lubang Tambang Emas
2026-02-15
Tak Kunjung Mekarkan Kota Madya Mamuju, Pemerintah Dinilai Langgar Undang-Undang
2026-02-15
Dualisme DPC GMNI Mamuju Berakhir, Dua Kubu Sepakat Bersatu Usai Konflik Sejak 2019
2026-02-13
Polisi Ungkap Kasus Curanmor Khusus Trail di Mamuju
2026-02-13
Tes Kesamaptaan Jasmani Polda Sulbar, Personel Antusias Jaga Kondisi Fisik
2026-02-12
Rikkes Berkala Polda Sulbar, Pastikan Kesehatan Prima Personel untuk Pelayanan yang Optimal
2026-02-12
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
2026-02-11
Dialog Interaktif Operasi Keselamatan Marano di RRI Mamuju, Dirlantas: Fokus pada Budaya Tertib Berk
2026-02-11
LPS Media Meet Up, Upaya Edukasi Masyarakat Simpan Uang di Bank Dengan Aman
2026-02-10
Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah
2026-02-10
Jamin Keamanan dan Keselamatan Berkendara, Ditlantas Polda Sulbar Gencarkan Pelayanan di Tengah Masy