Malaqbi.comMudah Dimengerti
Hot Topik

Malaqbi Institute Minta Pemda Atensi Ancaman Kesehatan Anak Sekolah Akibat Asap Karhutla

✍️ · 🗓 16 Oktober 2026 · 👁 16 dibaca
Mamuju (malaqbi.com) Direktur Malaqbi Institute, Kamin Islamin, mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk segera mengeluarkan imbauan resmi terkait potensi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama kesehatan anak-anak usia sekolah.

Desakan itu disampaikan menyusul banyaknya laporan mengenai kabut asap yang telah mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah Mamuju. Kamin mendorong Pemda agar mengantisipasi risiko gangguan kesehatan pada kelompok rentan.

"Pemda perlu mengambil langkah antisipasi sejak dini. Jangan menunggu sampai anak-anak mengalami gangguan kesehatan, baru mengeluarkan imbauan," ujarnya. Kamis 16 Oktober 2026.

Kamin menambahkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api dan pengendalian titik kebakaran. Pemerintah juga perlu memastikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui penyampaian informasi yang jelas, pemantauan kualitas udara, dan langkah pencegahan di lingkungan pendidikan. 

Menurutnya, anak-anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena aktivitas mereka sehari-hari melibatkan perjalanan menuju sekolah, kegiatan olahraga, serta berbagai aktivitas di luar ruangan.

"Sudah ada beberapa laporan, anak-anak terindikasi ISPA. Jadi mohon diatensi," ucapnya.

Kamin juga mendorong seluruh stakeholder terkait di lingkungan Pemda menyampaikan panduan kepada sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik mengenai langkah-langkah pencegahan paparan asap. Apabila kualitas udara memburuk, aktivitas fisik di luar ruangan perlu dibatasi sesuai kondisi lapangan.

"Pemerintah harus mengkaji penyesuaian kegiatan belajar mengajar, termasuk kemungkinan pembelajaran dari rumah secara sementara di wilayah yang terdampak berat, berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dan pertimbangan dinas terkait," bebernya.

Selain itu, Pemerintah juga diharapkan menyediakan informasi kualitas udara yang mudah diakses masyarakat sebagai dasar menentukan langkah perlindungan. Menurut Kamin, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai gejala yang harus diwaspadai, seperti batuk yang memburuk, sesak napas, dan iritasi mata, serta mengetahui fasilitas kesehatan yang dapat dihubungi apabila mengalami keluhan. 

Sementara itu Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi sebelumnya menyampaikan prihatin atas kondisi yang terjadi saat ini, namun demikian ia meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati serta menggunakan masker saat keluar rumah. 

"Jangan coba-coba membakar sampah tanpa diawasi,"kata Sutinah

Selain itu ia juga berencana akan meliburkan aktivitas belajar bagi peserta didik jika kondisi kabut asap tersebut kian memburuk. 

"Kita akan melihat kalau kondisi asapnya makin pekat mungkin kita akan meliburkan anak-anak sekolah,"demikian Sutinah
WhatsApp Facebook 💬 Komentar & versi lengkap

Berita Terkait

Kondisi Iklim Kian Memburuk Dampak Karhutlat, Polda Sulbar Gelar Doa BersamaSekprov Sulbar Sayangkan Adanya ASN Pemprov Yang Terlibat NarkobaTindak Lanjuti Aduan Vendetta, Polda Sulbar dan Inspektorat Tinjau Kondisi Bangunan Puskesmas KarampuangKapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto Tiba di Bandara Padang