Malaqbi.comMudah Dimengerti
Info Wisata

Dispoparekraf Sulbar Perkuat Evaluasi Event Pariwisata Berbasis Data

✍️ · 🗓 29 Oktober 2026 · 👁 7 dibaca
POLMAN (malaqbi.com) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai memperkuat evaluasi penyelenggaraan event pariwisata melalui pendekatan berbasis data. Langkah ini dilakukan agar setiap kegiatan pariwisata tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Data Dampak Event Pariwisata Sulbar Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Liliyanto, Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (29/10/2026).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, mengungkapkan bahwa Pemprov Sulbar menyelenggarakan sekitar 12 event pariwisata setiap tahun. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Menurut Bau Akram, penyelenggaraan event perlu disertai evaluasi yang terukur untuk mengetahui sejauh mana manfaat yang dihasilkan. Dengan demikian, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Ia menegaskan, setiap event harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas sehingga dampak yang dihasilkan dapat dianalisis secara objektif.

“Setiap kegiatan yang digelar harus memiliki indikator dan parameter keberhasilan. Kita tidak boleh hanya mengira-ngira berapa dampak atau hasil dari kegiatan tersebut. Melalui pelatihan ini, kita diajarkan bagaimana menganalisis data dan mengukur dampak event,” kata Bau Akram.

Ia mencontohkan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Aktivitas peserta dan pengunjung di tiga titik persinggahan membuka peluang bagi pelaku UMKM serta penyedia jasa untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Bau Akram berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengolah data dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event pariwisata ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Abdi Yansya Hijrah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan adaptasi dari sosialisasi yang sebelumnya dilaksanakan Kementerian Pariwisata.

Ia menilai, ketersediaan data yang akurat menjadi kebutuhan penting bagi penyelenggara dalam menentukan keberhasilan kegiatan sekaligus menyusun kebijakan dan strategi penyelenggaraan event berikutnya.

Selama ini, pengukuran event pariwisata masih berdasarkan perkiraan, seperti kurang lebih atau sekitar. Belum ada ukuran presisi yang benar-benar menjadi instrumen pengambilan keputusan,” ujarnya.

Abdi juga mendorong perubahan pola pikir dalam pengembangan pariwisata Sulawesi Barat. Menurutnya, event berbasis komunitas dapat menjadi salah satu strategi untuk menarik wisatawan dari luar daerah, terutama karena Sulbar belum menjadi destinasi utama bagi wisatawan reguler.

“Pilihan kita adalah event. Orang bisa datang ke Sulbar karena ada event berbasis komunitas. Karena itu, dampaknya harus diukur agar menjadi multiplier effect bagi penyelenggaraan event selanjutnya,” katanya.

Pelatihan ini diikuti 32 peserta dari berbagai unsur. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Pariwisata.

Melalui penerapan analisis data, Dispoparekraf Sulbar berharap penyelenggaraan event pariwisata ke depan semakin terarah, memiliki indikator keberhasilan yang terukur, serta mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)
WhatsApp Facebook 💬 Komentar & versi lengkap

Berita Terkait

Event Mamuju Run 2026 Padukan Antara Olahraga Budaya dan PariwisataPolda Sulbar dan Pemprov Perkuat Sinergi Selaraskan Program Prioritas PolriMUI dan DPRD Sulbar, Perkuat Sinergi Pembinaan Umat