Demo Di Kantor Bupati, Massa Dan Aparat Saling Baku Lempar Batu

Detik-detik unjuk rasa saling baku lempar batu antara aparat dengan pendemo


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2018-02-05 | Dikunjungi: 72 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia dan Petani, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Mamuju, terkait polemik peraturan bupati nomor 188.45/120/1/2018 tentang pelanggaran penjualan gabah kering keluar dari Kabupaten Mamuju,‎ Senin 5 Februari 2018‎

Aksi yang melibatkan ratusan orang tersebut sempat terjadi aksi saling lempar batu saat ban bekas yang dibakar massa dipadamkan oleh aparat Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran dengan menyemptokan air ke arah ban yang sedang terbakar tersebut. 

Para pendemo menilai, keputusan bupati tersebut tidak membuat masyarakat makin  sejatera namun justru sebaliknya. Sehingga mereka menuntut bupati segera mencabut surat keputusan tersebut.

"Harapannya itu peraturan bupati (perbub) ya dicabut, itu saja, karena kebebasan masyarakat ditekan, ini kan hasil petani, hasil masyarakat ya toh, kita kan mau menjual kok ditekan,"ucap Mawan, salah satu petani asal Kecamatan Kalukku Barat kepada malaqbi.com

Sementara itu dihadapan massa aksi Bupati Mamuju, Habsi Wahid, mengatakan, berikan waktu pemerintah daerah untuk mengevaluasi surat keputusan itu, sekali lagi saya ingatkan bahwa ini bukan peraturan bupati baru surat keputusan.

"Hari ini saya meminta kepada masyarakat saya, petani untuk bersabar dulu, berperoses, sebagaimana kesepakatan kita kemarin."ucap Habsi. (Nas)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer