Yayasan Karampuang Lakukan Ini Atasi Angka Pernikahan Anak



Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-12-22 | Dikunjungi: 135 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) -Yayasan Karampuang, bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Mamuju dan Unicef, Jumat (22/12/2017) di salah satu hotel yang terletak di Jalan Yos Sudarso Mamuju, menggelar Rapat Koordinasi "laporan survey Indek Penerima Perkawinan Anak Kabupaten Mamuju.

Rapat koordinasi yang  dihadiri oleh berbagai istansi ini, yakni dari pihak Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Camat hingga tingkat Lurah, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pencegahan Pernikahan Anak (PPPA) Muh Ali Amran.

Dalam sambutannya, Ali menyampaikan bahwa jumlah tertinggi tingkat pernikahan anak di seluruh Indonesia, pada tahun sebelumnya, Provinsi Sulawesi Barat, menempati posisi teratas, tetapi saat ini menjadi posisi tertinggi ketiga.

"Dari data kemarin yang kita ketahui diseluruh indonesia Sulawesi Barat menempati posisi pertama dan Alhamdulillah sekarang turun diposisi ketiga, artinya apa, ada hasil kerja dari teman-teman,"ucapnya

Penurunan angka pernikahan anak di Sulawesi Barat saat ini kata dia, bukan lah sebua prestasi yang begitu dibanggakan, sebab menurutnya, kedepan akan dibutuhkan kerja-kerja serius. 

"Posisi yang turun saat ini bukanlah sebuah prestasi yang dapat dibanggakan sebab teman-taman, bapak, ibu kedepannya lebih  banyak bekerja,"ucapnya

Diketahu sebelumnya, upaya pencegahan pernikahan anak dibawah umur, lembaga Yayasan Karampuang beberapa waktu lalu telah melakukan survey terkait sejauh mana masyarakat menegtahui dampak negatif dari pernikahan usia dini serta bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat terkait pernikahan anak dibawah umur.

Yayasan Karampuang memilih 600 responden secara acak di dua tempat, yakni Kecamatan, Kalukku dan Kecamatan Mamuju.

Program Manager Bidang Perlindungan Anak Yayasan Karampuang, Ija Syahruni, menjelaskan, dari hasil survey pernikahan usia anak masih banyak masyarakat yang kurang memahami dampak negatifnya. Dan kebanyakan pihak orang (ayah-red) setuju menikahkan anaknya dibandingkan orang tua ibu

"Dari data ini menunjukkan dari orang tua laki-laki lebih banyak setuju dibandingkan orang tua perempuan,"kata Ija

Menurut Ija, metode survey yang dilakukan oleh Yayasan Karampuang, ini sudah diterapkan di dua tempat yang berbeda, yakini Jogja dan  Mamuju. (panji/*)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer