Vaksinasi di Sulbar Kini Lampaui Target Total Sasaran

Malaqbi.com | Redaksi

2021-11-24 | Dibaca: 86
MAMUJU (malaqbi.com) Salah satu faktor yang menyebapkan rendahnya
vaksinasi adalah banyaknya masyarakat yang masih menganggap bahwa vaksin berbahaya. Hal itu dikarenakan maraknya informasi hoax yang didapatkan diberbagai kanal informasi termasuk di jejaring media sosial.

Meski demikian dengan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari sosialsi sampai pada door too dor, angka vaksinasi saat ini terbilang meningkat. Di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) misalnya. Saat ini tercatat sebanyak 1.166.050 dosis total penerima vaksin dari ditarget 1.089.240

Yusuf Wahil salah satu orang yang selama ini enggan untuk melakukan vaksin, lantaran bingung dengan informasi yang tersebar tentang bahaya vaksin. Namun setelah disadari bahwa ternyata vaksin tak berbahaya sama sekali, dirinya langsung melakukan suntikan vaksin, bahkan saat ini ia sudah melakukan vaksin dosis kedua.

"Vaksin ternyata tidak berbahaya. Ini sama saja vaksin saat kita masih kecil dulu,"kata pria yang akrab disapa Ucup ini, Selasa 23 November 2021 malam

Namun kata dia, ada beberapa kasus saat ini yang mengalami efek dari vaksin itu bukan karena vaksin yang gagal, tetapi terdapat bawaan penyakit oleh yang melakukan vaksin.

"Perbedaan selarang, banyak kasus karena itu tergantung kondisi penyakit bawaan. Selain itu saat ini informasi begitu cepat tersebar dan sehingga viral, sehingga itu salah satu yang mempengaruhi orang enggan untuk vakain. Banyak info-info yang sifatnya propaganda,"kata Photografer ini

Tanggapan yang sama juga diungkapkan oleh Zulfikar Mallomo. Menurutnya bahwa apa yang disampaikan pemerintah bahwa vaksin dapat meningkatkan imunitas seseorang itu nyata. Anggapan miring soal vaksin itu tak terbukti di dirinya.

Fikar sapaan akrabnya bercdrita bahwa dimasa ia kecil suatu ketika dirinya tergigit anjing. Sebagaimana yang diketahui bahwa gigitan anjing sangat brrbahaya bagi siapapun itu. Namun diyakini bahwa hasil gigitan anjing tersebut tidak berdampak luas lantaran sebelumnya ia telah melakukan suntikan imunisasi.

Hal kemudian menjadi salah satu alasan Fikar meyakini bahwa vaksin dapat membantu bagi siapa saja saat terpapar virus covid-19. Meski tak dapat dihindari setidaknya vakain menjadi tameng saat sewaktu-waktu terjadi serangan virus.

"Artinya tubuh kita siap saat terserang virus,"ucapnya pria alumni Univeristas Islam Negeri Sunan Gunung Jati ini

Menurutnya tak perlu jauh-jauh melihat dampak vaksin. Cukup melihat masyafakat yaang ada disekitar lingkungan kita saja. Mereka yang telah melakukan vaksin sampai hari ini masih sehat-sehat saja.

"Kita bisa melajar dari situ. Yang kedua vaksinasi juga ada prosedur yang harus dipatuhi. Kita tak sekedar vaksin,"sebutnya

"Sebelumnya kita di tensi dulu, diperiksa tekanan darah, dan lain-lain sebagainya. Intinya ada kriteria yang boleh di vaksin. Sehingga saya mengakak kepada teman-teman, masyarakat , ayo kita vaksin, karena vaksin itu aman,"demikian kata pria kelahiran 1996 ini.

Peningkatan sasaran vaksin ini juga diakui Kepala Bidan Pencegahan Penyakit Dimas Kesehatan Mamuju, Alamsyah. Dikatakan dalam perhari vaksinasi di Mamuju meningkat sampai 1 persen. Itu dikarenakan kerja keras masing-masing istansi di lingkup Pemkab Mamuju.

"Ini karena adanya instruksi bupati memanggil para camat dan kepala desa. Itu suatu gerakan yang sangat tepat untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Setelah itu kita bergerak ke kecamatan dan ke tingkat desa dan alhamdulillah capaian vaksinasi satu sampai dua persen perhari, dengan dukungan TNI-Polri."jelas Alamsyah

Lebih lanjut Alamsyah menyampaikan TNI-Polri dalam hal ini vaksinasi di lapangan berherak secara cepat. Dan baru-baru ini kita terima 15 tim vaksinator dari Mabes Polri, yang didatangkan untuk mencukupkan tim vaksinator yang ada di Kabupaten Mamuju sebanyak 27 tim. Dengan adanya 15 tim vaksinator dari Mabes Polri ini sangat membantu, kegiatan hari minggupun kita bisa capai sampai 3000 dosisi sasaran,"cetus Alamsyah (Nas)

Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer