Syamsul Samad: Kita Malu Gubernur Kita Dihina

Anggota DPRD Sulbarm Fraksi Demokrat, Syamsul Samad


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2017-11-21 | Dikunjungi: 211 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) siang tadi mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat, yang terletak di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Simboro, Mamuju, Selasa 21 November 2017.  

AMI menggelar aksi protes kepada Dewan Sulbar lantaran pernyataan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, beberapa waktu lalu dinilai ngaur. Pancasila adalah dasar negara dan hasilnya sudah final dan mengikat.

"Pertama kami anggap bahwa dalam video itu, mungkin kita sudah lihat semua bahwa itu betul-betul murni kesalahan, tapi setelah pak gubernur melakukan klarifikasi dimana-mana dia seolah-olah melakukan pembenaran,"ucap salah satu massa aksi yang akrab disapa Sompa itu.

Sementara itu, ditempat yang sama legislator Sulbar, fraksi Demokrat, Syamsul Samad, yang berkesempatan menerima aspirasi para mahasiswa, mengatakan bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, Pancasila adalah konstitusi negara, sehingga siapa pun warga negara Indonesia yang mencobat menyentil itu jadi persoalan.

"Bukan tidak keluar darah melahirkan konstitusi negara ini (red-Pancasila), sehingga siapapun dia, apata lagi seorang gubernur, menteri saja, presiden tidak bisa, apalagi hanya seorang gubernur, kan begitu,"ucap Samsul usai pertemuan bersama mahasiswa

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, pernyataan seperti itu tidak boleh dianggap hal biasa-biasa, sebab di Sulbar terdapat penduduk satu juta lebih dan didalamnya terdapat pemuda yang memiliki masa depan gemilang nantinya.

"Kan malu kita, gubernur kita dihina, untuk itu ini penting pak gubernur untuk menjelaskan, apa ini khilaf atau disengaja, kan gitu, kalau disengaja ya tangkap, jelas undang-undang nya."jelas Syamsul Samad. (Nas)  
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer