Cegah Paham Radikalisme Melaui Kontroling ke Mahasiswa

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-12-22 | Dibaca: 131
MAMUJU (malaqbi.com) Dalam upaya pencegahan tindakan terosrisme, Forum Masyarakat Intelektual Sulawesi Barat (Formal Sulbar) pada Minggu 22 Desember, menggelar Dialog dengan tema "Peningkatan Partisipasi Msyarakat Dalam Mencegah Aksi Terorisme Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

Dialog yang diselenggarakan di Warkop 89 Mamuju, terlihat hadir sebagai pembicara, Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriansyah, Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju, DR. Muchtar, S.E.,M.Si, Sekretaris FKPT Provinsi Slawesi Barat dan Ketua Formal Sulbar, Muh Rusdi Nurhadi, S.E

Pada kesempatannya AKP Syamsuriansyah, menegaskan bahwa penanganan aksi terorisme bukan hanya tanggungjawab petugas, tapi seluruh pihak.

“Pengamanan kita pertebal pada obyek gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan dan bandara. Harapan kami dari kepolisian agar masyarakat dapat meningkat kewaspadaan karena pencegahan aksi terorisme ini tanggung jawab kita semua,"jelasnya

Sementara itu ditempat yang sama, Ashari Rauf, mengungkapkan, pada tahun ini terjadi penurunan angka kerawanan aksi terorisme, hal itu membuktikan bahwa seluruhnya telah bekerja maksimal menangkal gerakan yang menurutnya adalah kejahatan luar biasa.

"Ada dua hal yang perlu kita optimalkan, yang pertama peningkatan pemahaman agama dan menjaga nilai-nilai kebudayaan,"ucapnya

Ketua Stie Muhammadiyah Mamuju, DR. Muchtar, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pribadi yang menghargai perbedaan keyakinan karena itu merupakan sunnatullah. Tak hanya itu ia juga mengskan bahwa tidak ada ruang bagi paham radikalisme.

"Untuknya itu mari kita bersama menjaga ketertiban serta menghormati perayaan natal dan tahun baru. Saya sebagai pimpinan salah satu perguruan tinggi, di kampus Stie Muhammadiyah Mamuju, tidak ada ruang bagi paham radikalisme, kami melakukan controling kepada mahasiswa melalui beberapa kegiatan di internal kampus dan diharapkan dapat menjadi sebuah fungsi pengawasan agar diketahui perkembangan pemahaman keagamaan bagi setiap mahasiswa-mahasiswi,"jelas pria yang baru saja meraih gelar Doktornya itu. (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer