Soal Kakao, Sulbar Dapat Undangan Dari Italia

Kakao yang dialoh di Swiss adalah kakao dari Indonesia, namun ternyata negara itu tidak mengakuinya setelah pemerintah di Sulbar berkunjung


Malaqbi.com | Redaksi

2016-08-15 | Dikunjungi: 653 Kali

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menerima undangan dari kota Roma Italia untuk membahas soal potensi kakao yang dimiliki provinsi tersebut.

"Kami telah diminta untuk ke Roma bertemu dengan investor kakao di negara itu untuk membahas soal potensi kakao yang ada di Sulbar," kata pelaksana tugas Dinas Perkebunan Sulbar, Ir Tanawali di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan Roma memiliki pabrik kakao terbesar di dunia dan mengalahkan negara Swiss yang dikenal sebagai negara yang juga memiliki pabrik pengolahan kakao.

Menurut dia, dalam waktu dekat ini pemerintah di Sulbar akan berusaha menuju Roma menghadiri undangan tersebut agar dapat juga melakukan kerjasama pengembangan kakao dengan negara itu.

Ia mengatakan sebelumnya pemerintah di Sulbar juga mengunjungi negara Swiss dan bertemu dengan investor yang memiliki pabrik kakao di negara itu.

Namun, kata dia, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengaku kecewa karena produk kakao Indonesia yang dipasok ke Swiss tidak diakui negara itu.

"Kakao yang dialoh di Swiss adalah kakao dari Indonesia, namun ternyata negara itu tidak mengakuinya setelah pemerintah di Sulbar berkunjung ke negara itu," katanya.

Ia mengatakan delegasi pemerintah di Sulbar telah berkunjung ke Pabrik Cokelat Calleir Nestle di kota Interlaken Switzerland Swiss, namun Indonesia tidak terdaftar dan tidak dianggap sebagai pemasok kakao di pabrik tersebut,

"Padahal pabrik tersebut mengolah kakao yang sebagian besar berasal dari Indonesia, beberapa negera terpajang di museum tersebut sebagai negara pemasok kakao di pabrik cokelat Callier Nestley, namun nama Indonesia tidak terdaftar di museum tersebut, sedang sebagian besar kakoa tersebut berasal dari indonesia dan Sulbar adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia," katanya.(ANT)


Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer