Sebelas Nelayan Tangkap Ikan Cara Ilegal Terancam Pidana Enam Tahun

Malaqbi.com | Redaksi

2021-09-14 | Dibaca: 197
MAMUJU (malaqbi.com) Sejumlah nelayan kini ditetapkan sebagai tersangka Polairud Polda Sulbar pasca melakulan kasus ilegal fishing atau menangkap ikan dengan menggunakan bom peledak.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan menuturkan seblas orang nelayan tersebut ditangkap saat personel Polairud Polda Sulbar sedang melakukan patroli laut arah pulau Ambo Kecamatan Bala-Balakang.

"Hari sabtu kemarin anggota Sat Polair Polda Sulawesi Barat melakukan patroli kearah pulau ambo, dari sana sabtu sekitar pukul 01-00 wita melaporkan telah melakukan penangkapan terhadap nelayan satu kapal yang didalamnya terdapat barang bukti bom ikan yang akan digunakan,"jelas Syamsu, Selasa 14 September 2021

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya aki lima buah, jaring ikan, satu unit kapal, alat selam berupa kompresor, bom ikan sebanyak 136 botol serta peralatan selam lainnya.

Sementara berdasarkan hasil introgasi kata Syamsu, pelaku melancarkan aksinya sudah hampir dua tahun lamanya, sehingga saat ini pelaku terancam pidana 6 tahun penjara.

"Untuk pasal yang kami terapkan yaitu undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pasal 85 dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. Kalau kita boleh bunyikan pasalnya yaitu setiap orang dilarang melakukan penangkapan ikan dan atau pembudidayaan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan diologis, bahan peledak,"ucap Syamsu

Ditempat yang sama, AKBP Muliadi Amin PLH Dir Polairud Polda Sulbar menagatakan penangkapan seblah nelayan tersebut dilakukan di pula Sebakatan Kecamatan Bala-Balakang.

"Berdasarkan identitas ada memang yang tinggal di Dungkait ada yang lahir dari balik papan, jadi ada sebagian dari mamuju dan ada sebagian dari kalimantan,"jelas Mulyadi

Lebih lanjut ia berharap kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga wilayah perairan Mamuju ini dan kepada masyarakat yang masih melakulan penangkapan ikan dengan cara-cara ilegal untuk segera menghentikan. (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer