SDK: Saya Dan Kalma Sosok Yang Nasionalis

SDK dan Kalma Katta saat menggelar kampanye terbuka di Kabupaten Mamuju Utara


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2016-12-15 | Dikunjungi: 148 Kali
SARUDU (malaqbi.com)  Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta terus berlanjut. Kamis (15/12), giliran Kecamatan Sarudu, Mamuju Utara yang jadi tempat pelaksanaan kampanye pasangan nomor urut 1 ini.

Bertempat di lapangan sepak bola Desa Bulu Mario, SP-1, Sarudu, Mamuju Utara, SDK-Kalma menggelar kampanye terbatasnya. Ribuan warga pun terlihat menyemut di lokasi kampanye. Dalam kampanyenya, SDK-Kalma turut didampingi sejumlah tokoh.

Mereka diantaranya, Ketua tim pemenangan SDK-Kalma Provinsi Sulawesi Barat, Sukardi M Nur, Ketua DPC Demokrat Mamuju Utara yang juga Wakil Ketua DPRD Musawir Az Isham, Ketua DPC Demokrat Polewali Mandar, Syamsul Samad yang juga Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, serta sejumlah Anggota DPRD kabupaten dan Provinsi. Hadir pula sederet nama dari pengurus Demokrat, Hanura, PKS dan PBB; Partai pengusung pasangan SDK-Kalma.

Membuka orasi kampanyenya di Bulu Mario, Kalma Katta menegaskan bahwa Ia dan SDK merupakan sosok yang lahir dan dibesarkan dari sebuah proses yang panjang. Atas dasar itu, Kalma menyebut, kualitas dan pengalamannya bersama calon Gubernur, SDK merupakan jaminan nyata akan kesiapannya untuk menjadi pemimpin pemerintahan di Sulawesi Barat.

"Saya dan Pak SDK berangkat dari level yang paling bawah. Menjalani sekian banyak proses, ditempa oleh kesusahan hidup, hingga kami berdua mampu untuk menjadi Bupati 2 periode di Majene dan di Mamuju. Rekam jejak kami berdua sudah sangat jelas. Begitu pula tentang pengalaman memimpin pemerintahan di suatu daerah, kami sudah miliki," ujar Kalma di hadapan ribuan warga

Kalma mengatakan, sosok yang lahir dari sebuah proses panjang, sesungguhnya dapat dijadikan tolak ukur betapa kemampuan sekaliguskualitas kepemimpinan yang mumpuni yang ada pada figur tersebut.

"Kami berdua. Saya dan Pak SDK ini lahir dari rakyat, oleh rakyat dan akan mengabdikan diri untuk rakyat," tegas Kalma

Sementara itu, SDK sendiri menyebut, momentum Pemilukada 15 Februari 2017 yang akan datang merupakan saat yang tepat bagi masyarakat di Sulawesi Barat untuk menentukan pemimpin yang mampu mengabdikan dirinya pada seluruh kepentingan masyarakat yang heterogen.

"Saya dan Pak Kalma adalah sosok yang nasionalis. Kami tidak akan membeda-bedakan masyarakat, apapun latar belakang suku, agama, ras atau golongan masyarakat. Kami siap untuk mengabdikan diri pada seluruh latar belakang masyarakat yang ada di Sulawesi Barat ini," ungkapSDK.

Saat berkesempatan membawakan orasi politiknya, peraih gelar doktor diUniversitas Airlangga Surabaya itu kembali menyuarakan komitmennyauntuk membantu meringankan beban masyarakat lewat beberapa program prioritas. Program prioritas yang dimaksud SDK diantaranya, penggratisan seragam sekolah bagi anak didik usia SMA sederajat,pemenuhan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat, serta pemerataan anggaran infrastruktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten.

"Kami datang dengan membawa harapan kepada masyarakat. Bahwa kami adalah sosok pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat yang ada di bawah. Jangan memilih pemimpin yang hanya melihat masyarakat di atas saja. Kami punya komitmen yang kuat untuk mengurusi berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat kecil," cetus SDK.

Di hadapan ribuan masyarakat, SDK berjanji untuk menciptakan jalannya pemerintahan yang dekat lagi bersahabat dengan masyarakat.

"Kami ingin pemerintah Provinsi benar-benar memiliki arti dan makna di tengah masyarakat," demikian SDK. (*)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer