SDK: Masyarakat Sulbar Mau Pilih Pemimpin Atau Penguasa ?

Pasangan SDK-Kalma saat foto bareng di kampanye terbuka terbatas di bekas pasar Kecamatan Tinambung


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2017-01-17 | Dikunjungi: 135 Kali
TINAMBUNG (malaqbi.com) Ribuan massa terlihat memenuhi tanah kosong bekas pasar Tinambung, Polman, Selasa (17/1). Hari itu, pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta menggelar kampanye terbatas di lokasi bekas pasar tersebut.

Sejumlah nama beken terlihat hadir di panggung kampanye SDK-Kalma. Ada Ketua Tim pemenangan SDK-Kalma, Sukardi M Nur, Ketua Tim kampanye SDK-Kalma, Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Sulawesi Barat, A Mappangara, serta tokoh masyarakat Polman, Nadjamuddin Ibrahim. Hadir pula sejumlah anggota DPRD kabupaten dan provinsi, serta sejumlah nama dari pengurus partai pengusung SDK-Kalma.

Di sana, SDK-Kalma banyak menyinggung soal perbedaan pemimpin dan penguasa. Itu ia singgung lantaran di Pemiluikada 15 Februari mendatang, hanya akan ada 2 kriteria yang bakal menjadi pilihan politik masyarakat Sulawesi Barat pemimpin dan penguasa.

"Pemimpin itu melayani, tidak kebal hukum. Kalau ia atau keluarganya tersandung masalah hukum, maka semuanya harus diproses sebagaimana aturan hukum. Ia harus rendah hati, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan masyarakatnya. Beda penguasa. Kalau penguasa, ia lebih banyak dilayani, suka dihormati, sulit tersentuh oleh aparat hukum. Makanya ia sering bertindang sewenang-wenang. Keluarganya pun sulit tersentuh hukum, karena ia berkuasa. Sekarang, apakah kita akan memilih seorang pemimpin atau penguasa ?," seru SDK di hadapan ribuan massa kampanye.

SDK pun berkomitmen, jika ia dan Kalma Katta dipercaya untuk menahkodai pemerintahan di Sulawesi Barat, ia akan bertindak sebagaimana layaknya seorang pemimpin.

"Insaya Allah, kalau kami dipercaya, maka kami akan menjadi seorang pemimpin, bukan penguasa," tegas SDK disambut riuh tepuk tangan massa.

Bupati Mamuju 2 periode itu mejelaskan, pemerintahan yang ideal adalah pemerintahan yang mampu memangkas tingkat kesenjangan di masyarakat. Pemerintahan yang selalu hadir di setiap permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat.

"Pemerintah itu harus mampu menciptakan keseimbangan atara masyarakat kelas atas, kelas menengah, dan masyarakat kelas bawah. Caranya, pemerintah harus mampu menunjukkan keberpihakannya ke masyarakat kelas bawah agar keadilan di tengah masyarakat bisa terwujud," jelas Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat itu.

"Saya dan Pak Kalma, Insya Allah kami tidak akan jadi penguasa. Kami akan jadi pemimpin di Sulbar, untuk mewujudkannya, maka langkah yang paling penting ialah dengan memilih saya dan Pak Kalma di Pemilukada 2017 ini," cetus SDK.

Saat berkesempatan membawakan orasi politiknya, Kalma Katta menyebut, ia dan SDK merupakan figur yang sudah terbiasa untuk memberikan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat. Pengalamannya menjadi Bupati Majene selama 10 Tahun adalah jaminan mutu kualitas kepemimpian yang dimiliki oleh mantan Ketua DPD Golkar Majene itu.

"Begitu juga dengan SDK. 10 tahun jadi Bupati Mamuju, saya 10 Tahun jadi Bupati di Majene. Saya kira pengalaman itu bisa kita jadikan pelajaran berharga bagaimana kami memimpin Sulbar ini lima tahun kedepan. Saya dan Pak SDK adalah figur yang mampu memberi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pengalaman kami sudah cukup untuk itu," kata Kalma

Di tempat yang sama, Ketua DPC Demokrat Polman, Syamsul Samad menganggap, masyarakat yang ada di Polman dan Sulawesi Barat secara umum bakal mampu mengedepankan akal sehatnya dalam menentukan pilihan di Pemilukada 15 Februari ini.

"Kalau kita sama-sama, kita bersatu, maka kita akan kuat. Hingga akhirnya sanggup mempersembahkan kemenangan bagi SDK-Kalma. Di Polman ini, kita semua, harusnya mampu menentukan pilihan dengan kondisi yang merdeka, tidak dalam intimidasi pihak tertentu. Mari mengabarkan kekuatan SDK-Kalma di Polman ini ke orang lain. Kita kuat," tegas Syamsul Samad. (*)


Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer