SDK: 200 TPS Tidak Objektif Jika itu Dijadikan Dasar

Calon Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), menggelar jumpa pers terkait maraknya opini publik saling klaim kemenangan pada pilgub Sylbar, (16/2). Dalam jumpa pers tersebut, ia mengaku resah adanya pemberitaan simpang siur, sebab dirinya mengawal dan menjaga peroses pilkada yang saat ini dilaksanakan


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-02-16 | Dikunjungi: 229 Kali
Mamuju (malaqbi.com)- Calon Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), menggelar jumpa pers terkait maraknya opini publik saling klaim kemenangan pada pilgub Sylbar, (16/2).
Dalam jumpa pers tersebut, ia mengaku resah adanya pemberitaan simpang siur, sebab dirinya mengawal dan menjaga peroses pilkada yang saat ini dilaksanakan.

"Saya ingin katakan bahwa kami tidak menerima apa bila hanya 200 TPS saja dijadikan sampel, sedangkan 2756 TPS yang harus di pedomani dan itu tidak mencerminkan pilgub sulbar, walau saya tahu ada perhitungan cepat, kalau itu netral, tapi kalau tidak netral. Dimana dihitung oleh pihak tertentu maka itu tidak mencerminkan pilgub 2017 ini," kata Suhardi.

Lebih lanjut, pihaknya meminta semua pihak untuk menunggu hasil rekap KPU, berdasarkan perhitunga C1.

"Jangan yang digunakan KPU, lalu kita mengunakan yang lain saya kira akan beda hitungannya. Mengunakan obyek yang berbeda pasti beda. dan insyaallah hitungan kami dengan sama KPU, dan sepanjang ada kejujuran masing-masing dan kami akan kontrol KPU secara ketat," tegasnya.

"Saya tahu, tapi saya kira tidak baik untuk dikemukakan hari ini, itu akan semakin memperkeruh situasi di masyarakat, tapi saya ingin katakan bahwa sampai saat ini  saya senang dan saya optimis," terangnya.

Ia meminta semua pihak agar tenang, dan menunggu hasil KPU sampai pada tahap penetapan.

"Masyarakat tidak sabar sekarang, akan tetapi saya tetap sabarkan, saya sering katakan jangan bergerak jangan konvoi dan lain sebagiannya seperti yang lain, petugas juga harus mengawasi yang lain," jelasnya. (PW/Ed-DH)

Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer