Rusdin: Salah Satu Stakeholder Penting Dalam Pengawasan Adalah Media

Malaqbi.com | Redaksi

2020-07-21 | Dibaca: 32
MAMUJU (malaqbi.com) Dalam Pilkada salah satu stakeholder yang penting, bisa melakukan pengawasan adalah media. Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin pada kegiatan Workshop Election Reporting yang dilaksanakan oleh AMSI Wilayah Sulbar bekerjasama dengan KPU Mamuju, Selasa 21 Juli 2020 di Mamuju.
Rusdin berharap media melakukan kerja-kerja yang objektif, berimbang dalam melakukan pemberitaan.

"Kalau ada teman-teman tidak berimbang atau keseringan calon tertentu itu kembali ke kode etiknya teman-teman (jurnalis). Namun itu kami tidak diam, kami sedang menggodok itu ataukah akan dilaporkan ke dewan pers," ujarnya.
Terkait pemasangan Iklan, Rusdi mengingatkan media untuk hati-hati, khususnya saat memasuk penetapan calon,karena disitu ada ruang pidananya.

Sementara itu, DR. Rahmat Idrus SH., MH yang juga Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI Sulawesi Barat meminta para peserta yang hadir memanfaatkan dengan baik workshop ini untuk memperdalam pengetahuan tentang Pilkada. 

"Yang jadi sorotan saya juga, kemampuan teman-teman untuk memanfaatkan data. Satu kelemahan kita, belum mampu memanfaatkan data, data bak tambang perlu digali. Sehingga dengan data maka akan menyajikan berita yang lebih baik. Bisa banyak pihak untuk mendapatkan data, tidak hanya penyelenggara Pilkada, tapi juga, contohnya dalam pemuktahiran data, kita juga bisa ke kantor catatan sipil,"ungkap Rahmat Idrus. 

Namun itu, ia juga menyanyangkan pada lembaga publik didaerah, belum tersedia layanan informasi yang memadai sesuai amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sehingga perlu pengetahuan praktis untuk menggali tambang informasi kita. Apalagi ada open data yang digalakkan pemerintah, harusnya badan publik paham itu.

Lanjut Rahmat Idrus, yang perlu di dapatkan dalam kegiatan ini (workshop election reporting). Pertama, bagaimana ada pemahaman untuk mendorong keterbukaan publik khususnya informasi pemilu. Kedua, Bagaimana kemampuan teknis mendapatkan informasi dengan memahami jalur-jalurnya, standar informasinya. Ketiga, khusus media online karena lebih praktis masuk kemasyakat karena saat ini paling mudah diakses, bagaimana memberikan edukasi politik kepada masyarakat. (Rls/Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer