Rumah Nelayan di Pulau Karampuan Dinila Terbengkalai

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-09-11 | Dibaca: 350
MAMUJU (malaqbi.com) Puluhan masyarakat yang tergabun dalam Aliansi Pemuda dan Nelayan Karampuang, Rabu 11 September 2019, pagi mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, di Jl Ks Tubun.

Selain menggelar aksi di Kantor Kejari Mamuju, massa juga menggelar diaog bersama Anggota DPRD terpilih Andi Dodi, di Gedung DPRD Mamuju. Mereka menyampailan tuntutan terkait pembangunan Rumah Nelayan yang ada di Dusun Batu Bira, Desa Karampuang, yang sudah satu tahun lebih rampung namun belum difungsikan.

Koordinator Aksi, Fardi menyampaikan, pembangunan rumah nelayan ini harus dituntas kan, karena banyak yang dirugikan, bukan hanya megara tapi juga rakyat. Selain itu kata dia, masyarakat juga dipekerjakan pada pembangunan rumah nelayan itu belum dibayarkan upah nya.

"Kami siap mengajak anggota DPRD Mamuju untuk melihat langsung kondisi rumah itu, karena sekarang rumah nelayan disana itu sudah seperti rumah hantu,"ujar Pardi

Selain itu kata dia, upah pekerja yang terbayarkan berkisar ratusan juta dengan jumlah pekerja sekitar 100 orang.

"Karena memang selama ini masyaralat itu susah di janji untuk penyelesaian nya teyapi sampai hari ini itu belum ada makanya kami turun,"jelas Pardi

Menanggap hal itu, Anggota DPRD terpilih, Andi Dodi, kepada massa aksi menyampaikan, bahwa terkait persoalan tersebut pihak DPRD Mamuju siap memanggil istansi terkait untuk menyampaikan solusi terkait progres rumah nelayan itu.

"Saya yang garansi, saya siap kawal ini. Berikan kepercayaan ke kami untuk mengawal ini. Jadi kita sepakat hari Jumat jam 9, kemudian yang kedua dinas terkait insya Allah kami hadirkan."ungkap nya. (Nas) 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer