Relawan TIK Ajak Pelajar dan Netizen Aksi Nyata Revolusi Mental di Medsos

Muzakkir kullase saat lantik relawan TIK Tingkat kabupaten di provinsi Sul-bar


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-07-21 | Dikunjungi: 137 Kali
Mamuju (malaqbi.com) - Relawan TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi) bekerjasama dengan Kementrian Teknologi Informasi dan Komunikasi RI, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan tema "Sosialisasi GNRM Melalui Mensos Bersama Pelajar dan Netizen". Kegiatan ini diselenggarakan di  Dmaleo Hotel, Mamuju, Kamis (19 juni 2017).

Hadir pada acara ini Kadis Kominfo Sulawesi barat. H. Muzakkir Kullase, Asisten apotik Pembina Pendidikan Agama. Drs H. Sahlan Msi, Relawan Pusat TIK, Unggul Sagena dan bagian Advokasi Relawan TIK  Mihran, serta peserta yang datang 50 orang dari pelajar, mahasiswa, guru dan media.

Muzakkir Kullase menyampaikan teriamakasih kepada para relawan yang telah melaksanakan kegiatan ini demi mewujudkan "Nawacita" sesui dengan program Persiden RI.

"Saya sangat berterimakasih kepada Relawan TIK telah melangsungkan kegiatan gerakan nasional Revolusi  mental sesuai dengan bawah cita persiden" kata Muzakki.

Ia menjelaskan bahwa GNRM termasuk bagain teknologi informasi harus betul-betul terukur, dengan tidak  membagikan konten sembarangan sebab terkadang informasi itu Hoax.

Sementara itu Asdep Pembinaan ummat beragama, mengatakan, bahwa pihaknya bagain pembina keagamaan mendukung atas kegiatan yang di selenggarakan RTIK, "Bahwa ini membuktikan kita harus berhati hati dalam bermensos jangan mengundang konflik apa lagi bagian sara karna kita bangsa indonesia berbagai bangsa suku, ras dan bentuk keyakinan kita, sebab kita semua bersaudara" katanya.

Relawan Pusat, Unggul Sagena memaparkan jika bentuk informasi Hoax di Indonesia di bagain sosial  politik mencapai 91,8% dan di bagain sara 88,6% dan kesehatan 41,2%."


Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer