Sisa Material Timbunan Bandara Tampapadang Dikeluhkan Masyarakat

Proyek penimbunan kawasan Bandar Udara Tampapadang untuk pematangan lahan persiapan sisi darat, kini dikeluhkan masyarakat Labuang dan penguna jalan yang sering melintas di areal itu
terlihat lahan pengambilan tanah untuk penimbunan Bandra Tampapadang (foto :Panji)


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2018-01-14 | Dikunjungi: 72 Kali
Mamuju (malaqbi.com) - Proyek penimbunan kawasan Bandar Udara Tampapadang untuk pematangan lahan persiapan sisi darat, kini dikeluhkan masyarakat Labuang dan penguna jalan yang sering melintas di areal itu (14/01).

Proyek ini sudah berjalan beberapa bulan lalu dengan mengambil bahan timbunan di Lingkungan Katapi, untuk penimbunan perluasan Bandara Tampapadang melalui PT. Interpersada Electro Nusantara yang didampingi oleh TP4D kejaksaan Negeri Mamuju.

Menurut salah seorang warg setempat bahwa sejak adanya kegiatan ini dirinya dan keluarganya sangat dirugikan karena tidak nyaman lagi di rumah akibat banyaknya debu bertebaran di udara.

"Kami disini sangat menderita karena debu yang masuk dalam rumah, selain itu anak-anak disini susah mainnya karena banyaknya mobil lalu lalang sampai sampai tidak ada berhentinya," tutur Bintang.

Ia menambahkan beberapa hari yang lalu beberapa orang terjatuh saat lewat, karena jalan licin.

Sementara itu, salah seorang Kepala Liingkungan di Kelurahan Bebanga meminta agar pihak yang mengerjakan proyek memikirkan solusi terkait permasalahan ini--dampak buruk dari material timbunan yang berserakan di jalan. Apalagi, kata dia, di musim hujan ini jalanan semakin licin.

"Saya sering mengantar jemput anak saya ke sekolah, karena jalannya licin biasa saya dorong motor saya," Katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sementara bila musim kemarau debu berterbangan yang sangat mengganggu penguna jalan.

"Saya sudak empat kali melihat orang jatuh di sekitar jalan itu," tambahnya.

"Sungguh disayangkan proyek yang sudah berjalan cukup lama ini hanya dilihat-lihat pihak pemerintah terkait, sebab ini sangat mengganggu kesehatan masyarakat setempat apa lagi banyak anak-anak sekolah dasar  yang melintas berjalan kaki menuju ke sekolahnya." tegasnya. (Pw/dh)

Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer