Polemik SK Bupati Kini Mendapat Titik Temu

Suasana forum dengar pendapat terkait SK Bupati Mamuju yang dua kali mendapat aksi protes dari pihak petani dan mahasiswa Mamuju


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2018-02-07 | Dikunjungi: 53 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) Polemik terkait Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188.54/120/KPTS/1/2018 tentang tata kelola perdagangan gabah kering panen, kini mendapat titik temu setelah melakuan rapat dengar pendapat bersama yang menghadirkan sejumlah pihak terkait.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid, menyampaikan sejumlah poin kesepakatan usai mendengarkan sejumlah keterangan dari sejumlah elemen terkait melaui forum musyawarah yang menghadirkan sejumlah perwakilan petani, perwakilan mahasiswa serta forum musyawarah pimpinan daerah.(Rabu,7 Februari 2018).

Habsi Wahid mengatakan, pada prinsipnya SK Bupati akan tetap dilaksanakan karena persoalan pangan menyangkut hanyat hidup orang banyak, karena itu harus tetap diatur regulasinya, namun akan kita lakukan revisi terhadap beberapa pointernya, sehingga nanti tidak ada yang dirugikan.

Sementara itu, tujuh poin kesepakatan yang nantinya akan dituangkan dalam revisi SK Bupati diantaranya.

1. Pemkab Mamuju akan segera melakukan revisi tentang Surat Keputusan Bupati  Nomor :188.54/120/KPTS/1/2018 tanggal 22 januari 2018 tentang tata kelola perdagangan gabah kering panen.

2.  Para pedagang/pengumpul berkewajiban memenuhi target bulog pada setiap tahun  dengan cara memberikan kepada bulog tiga karung untuk setiap pemuatan dengan menggunakan mobil truk kecil dan lima karung untuk pemuatan dengan mobil truk besar, untuk di beli oleh bulog berdasarkan standard harga dari pemerintah

3. Pemerintah kabupaten Mamuju memperbolehkan hasil gabah kering panen untuk di jual keluar daerah, bila stok bulog telah terpenuhi yang dibuktikan adanya surat keterangan dari Bulog

4. Untuk mengawasi pembelian oleh Perum Bulog dari petani berdasarkan harga rujukan dari INPRES NO 5 Tahun 2015, akan diserahkan kepada Babinsa dan diketahui oleh Komandan Kodim selaku lembaga yang secara nasional telah terlibat dalam menjaga stabilitas pangan

5.  Perum Bulog diharapkan dapat menyerahkan hasil pembelian gabah dari petani kepada mitra Bulog

6.  Dinas perdagangan akan melakukan tera ulang terhadap timbangan yang digunakan oleh para pedagang secara berkala

7.  Bila kesepakatan ini tidak dilaksanakan oleh pihak pedagang/pengumpul maka pihak keamanan dalam hal ini Babinsa, diketahui oleh Komandan kodim dapat melakukan teguran, dan bilamana masih belum di indahkan akan ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Perum Bulog Mamuju, Farid Nur, mengatakan pihaknya siap untuk membeli gabah dari petani sesuai dengan harga standar tertinggi berdasarkan berdasarkan standar yang telah ditetapkan pemerintah dengan catatan kualitas gabah maupun beras yang diberikan petani sesuai standar yang baik, H.Kampret selaku perwakilan Petani mengungkapkan siap melaksanakan kesepakatan tersebut. (Nas)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer