Panpel Sunnat Massal Dibatalkan Sejumlah Masyrakat Miskin Kecewa

puluhan Orang tua anak menunggu anaknya yang akan disunnat .


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-12-24 | Dikunjungi: 120 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) Sejumlah masyarakat Kecamatan Kalukku menuai kekecewaan atas pelaksanaan kegiatan Sosial yang diselenggarakan oleh Lembaga Kementrian  Pembangunan Nasional (LKPN), di MTS Alkhairiyah yang terletak di BTN Haji Basir, Mamuju, Minggu (24/12/2017)
Bagaimana mungkin tidak, acara kegiatan sosial operasi bibir sumbing dan sunatan massal secara gratis yang sebelumnya dijadwal oleh panitia pelaksana LKPN ini berlangsung selama dua hari ternyata hanya berlangsung satu saja. 
Salah seorang masyarakat asal Kalukku, Sumardin Sumail mengaku sangat kecewa atas kegiatan yang dilaksanakan LKPN tersebut. Sebab iya menilai pihak panitia memutuskan sepihak tapa pemberitahuan sebelumnya kepada masyarakat.
"Kita kecewa atas tindakan pihak panitia pelaksana, mumutuskan sepihak tapa pemberitahuan sebelumnya, sedangkan kemarin kita ada disana dan panitia menyampaikan  akan dilanjut sampai besok, sehingga kami datang lebih awal  dengan ongkos sendiri berharap dapat dilayani,"ucapnya
Sebagai Tim medis pembantu LKPN, salah satu anggota Tim Public Sefety Centre PSC 119 Sulawesi Barat, Yahya Ahmad, ketika dikonfirmasi melalui akun facebooknya, juga mengaku terkejut, saat berada di lokasi tiba-tiba tidak melihat kegiatan sunatan massal itu berlangsung. Iya mengaku pihaknya tidak mendapat informasi sama sekali sebelumnya terkait penghentian acara itu
"Kami dari Tim medis Dari PSC 119 kaget juga pas tiba dilapangan ko kegiatannya tidak dilanjut oleh pihak Panpel,"Yahya Ahmad
"Kami hanya di undang sebagai tim medis Oleh LKPN yang meyelenggarakan acara, kami juga tidak dapat informasih dari pihak peyelenggara, tadi pagi kami datang dan siap untuk sunnat tapi pihak penyelenggara tidak datang, sekiranya masalah ini tidak disangku pautkan dengan kami PSC 119,"kata Wawan
Kepada malaqbi.com, salah satu anggota Relawan Nasional Indonesia, yang akrab disapa Hamar,  mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi kepada pihak panitia pelaksana, namum pihak panitia mengatakan bahwa persediaan obat dan benang jahit sudah tak ada, mendengar jawaban itu, Hamar, menilai kegiatan tersebut kurang serius, dan dirinya merasa sangat kecewa atas kejadian tersebut.
"iya, saya sudah hubungi panitia pelaksana tapi meraka katakan kepada kami obat sudah habis dan alat berupa benang jahit habis, jadi kegiatan ini berhenti. Secara pribadi saya kecewa atas jawaban dari panitia, kasihan masyarakat menunggu tampa ada informasih sebelumnya."ucapnya dengan nada kecewa (panji/*)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer