Menjelang Idul Adha, Ketua AJI Kota Mandar Mengeluarkan Himbauan



Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-08-30 | Dikunjungi: 43 Kali
Mamuju (malaqbi.com) -Lebaran Idul Adha tinggal menghitung hari lagi, olehnya itu  sebagai ketua AJI (Aliansi jurnalis independen) kota Mandar  Ridwan Amiluddin periode 2017-2019 mengeluarkan menghimbau kepada seluruh anggota AJI kota Mandar, melalui rilisnya ke www.malaqbi.com (30/08).

Dalam  himbauannya untuk tetap memperhatikan kode etik jurnalis (KEJ), khususnya poin 8 JURNALIS MENGHINDARI KONFLIK KEPENTINGAN dan Poin 9 JURNALIS MENOLAK SEGALA BENTUK SUAP.Konflik kepentingan, baik yang tersirat maupun tersurat, berpotensi muncul di banyak tempat, di berbagai waktu.
Hal ini menyangkut hubungan antara jurnalis dengan publik, narasumber, kelompok advokasi, pemasang iklan, dan pihak lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, misalnya anggota keluarga. 
"Jurnalis tidak diperbolehkan menerima pemberian dalam bentuk uang, barang, atau fasilitas apapun, ketika pemberian itu terjadi karena posisi dia sebagai jurnalis (bukan masyarakat biasa)" jelas Ridwan 

Ketua Aji kota Mandar  juga mengingatkan agar setiap anggota AJI Kota Mandar menegakkan KEJ yang kita pedomani. Juga sebagai informasi ke masyarakat umum bahwa jurnalis yang tergabung di AJI Kota Mandar menolak pemberian yang bisa mempengaruhi sikap independensi. 

Ridwan menjelaskan agar Anggota AJI Kota Mandar juga tidak terlibat dalam proses serah terima suatu benda (yang menurut KEJ tidak diperbolehkan diterima seorang jurnalis) yang mengatasnamakan mewakili jurnalis" tutup ridwan (*)

Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer