Mengunjungi Negeri Di Atas Awan Mamasa

Mamasa sangat dingin. Tiga bulan sebelumnya, kami juga pernah berkunjung ke sini namun cuaca malam ini lebih dingin dari yang kurasakan sebelumnya. Maka sarung ditambah selimutmenjadi penghangat untuk melewati malam ini--meskipun dinginnya masih menusuk sampai ke kulit luar
Puncak Buntu Liarra, salah satu gunug yang juga di sebut Negeri di atas awan Kabupaten Mamasa. Pukul 11.30. Foto: Abdi Latief


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-09-10 | Dikunjungi: 673 Kali
Mamasa (malaqbi.com) - Pukul 15.30 Wita kami meninggalkan Kabupaten Mamuju untuk memenuhi undangan teman mengunjungi "Negeri di atas awan" Kabupaten Mamasa (08/09/2017). Tepatnya di Desa Talimbong, Kecamatan Tandu Kalua, di situlah titik Buntu Liarra.

Pukul 20.30 Wita, kami sampai di kota Mamasa setelah melewati jalur yang lumayan sulit--jalur Aralle Mambi. Karena semakin larut, kamipun belum bisa langsung menuju tujuan kami dan memutuskan istirahat di rumah keluarga untuk memulihkan kembali energi yang terkuras.

Mamasa sangat dingin. Tiga bulan sebelumnya, kami juga pernah berkunjung ke sini namun cuaca malam ini lebih dingin dari yang kurasakan sebelumnya. Maka sarung ditambah selimutmenjadi penghangat untuk melewati malam ini--meskipun dinginnya masih menusuk sampai ke kulit luar.

Pagi-pagi sekali--pukul 05.45 salah seorang teman menjemput. Dia juga merupakan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar. Tak perlu bercerita lama, kamipun  langsung melanjutkan perjalan dengan mengunakan sepeda motor. Seperti yang terbayangkan sebelumnya, akses jalan juga sangar sulit.

Butuh waktu 45 menit untuk sampai ke Buntu Liarra--dari Kota Mamasa ke persinggahan motor terakhir sekitar 25 menit kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan medan mendaki kurang lebih 15 - 20 menit. Di Buntu Liarra, kami langsung disambut teman-teman yang sudah menunggu dan melakukan persiapan sehari sebelumnya.

Wow... suasananya sangat luar biasa, sejauh mata memandang, hamparan bukit-bukit terlihat secara bergantian mengelilingi Buntu Liarra, Gunung Mambulilling juga terlihat dari kejauhan. Menikmati Angin sepoi sepoi di atas gunung sangat luar biasa. "Pokoknya tempat ini luar biasa," kata salah seorang teman.

Di sini, Masyarakat setempat juga ikut memasang tenda, dari orang tua, muda mudi dan anak anak juga ingin menyaksikan awan dari Gunung ini.

Hari ini kami berniat untuk bermalam bersama dengan masyarakat setempat untuk menyaksikan awan esok pagi. (panji)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer