Matra: 15 Titik Tambang Galian C Dinilai Ilegal

Foto: Anggota DPRD Matra Yani Pepi Adriani


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2016-04-24 | Dikunjungi: 288 Kali
Mamuju (malaqbi.com) Sebanyak 15 titik tambang galian C berupa pasir dan batu yang terletak di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) dianggap ilegal. Seperti yang ada di Pasangkayu, Bambaira, Lariang dan Tikke.

Berdasarkan keterangan dari legislator Matra, Yani Pepi Adriani, bahwa maraknya tambang tidak resmi harus menjadi perhatian serius Pemkab Matra dan Provinsi Sulawesi Barat, untuk ditertibkan apalagi sudah ada surat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agar dilakukan penertiban pertambangan tanpa izin.

Diketahui Surat Pemprov Sulbar tersebut, nomor 540/2301/SET, tertanggal 26 Agustus 2015, perihal penertiban pertambangan tanpa izin, meminta kepada para bupati agar memerintahkan seluruh camat dan kepala desa untuk menyampaikan kegiatan usaha pertambangan tanpa izin di daerah masing-masing sekaligus melakukan penertiban dan pengarahan untuk membuat pengajuan permohonan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Pemprov Sulbar sesuai dengan aturan.

"Kami menganggap pemerintah kabupaten mengabaikan surat tersebut, padahal sudah sangat jelas agar dilakukan penertiban pertambangan tanpa izin, sementara disejumlah lokasi itu masih beroperasi," kata Yani Pepi Adriani baru-baru ini.

Mantan Kades Lariang ini juga menerangkan bahwa sudah beberapa kali melakukan hearing di DPRD meminta kejelasan para penambang terkait izinnya namun tidak dapat ditunjukkan.

Anehnya lagi menurut politisi Demokrat ini, selama beroperasi itu dipungut pajak, namun tidak jelas arahnya kemana. Sehingga ia berkomitmen untuk tetap menindak lanjuti persoalan tersebut sampai ada kejelasan, sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat. (Nas)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer