Kosmetik Berbahaya dan Ilegal Masih Beredar di Sulawesi Barat

Malaqbi.com | Redaksi

2022-08-03 | Dibaca: 140
MAMUJU (malaqbi.com) Pada pelaksanaan konferensi pres di Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Jl Poros Mamuju Kalukku, Selasa 3 Agustus 2022, Kepala BPOM Mamuju, Lintang Prba Jaya, menyebutkan sebanyak 1.002 item produk kosmetik ilegal yang terdiri dari 944 produk tanpa izin edar dan 58 produk yang diduga mengandung bahan berbahaya berhasil disita.

"Disini kita melihat bahwa banyak sekali produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan ilegal atau tidak memiliki nomor izin edar, dan ini sudah masuk kedalam adauan kita di Unit Pelayanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM di Mamuju, sudah banyak yang mengadukan terkait kosmetik yang dijualsecara online,"ungkap Lintang 

Selain itu BPOM di Mamuju baru-baru ini juga menemukan di salah satu sarana toko kosmetik di wilayah Kabupaten Mamuju, diduga melakukan produksi kosmteik ilegal dengan mencampur kosmteik racikan dengan alat-alat produksi yang manual dan dijual secara online dan langsung.

Dalam pengawasan di lapangan, BPOM bekerjasama dengan dinas terkait dari pemerintah daerah serta kepolisian dalam rangka operasi untuk pemberantasan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya. 

"Kami BPOM Mamuju menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Kita sudah membentuk duta kosmetik aman yang melakukan edukasi untuk masyarakat khususnya di tingkat sekolah maupun ditingkat pendidikan tinggi untuk hati-hati dalam pelaksanaan ataupun membeli kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang dijual secara online,"ucap Lintang

Diharapkan kepada masyarakat untuk berperan aktif untuk melaporkan apabila menemukan produk kosmetik yang diduga mengandung bahan berbahaya dan ilegal yang dijual baik secara langsung maupun di akun-akun media sosial yang ditawarkan secara masif.

Diantara produk kosmetik yang berhasil disita oleh BPOM ada yang menggunakan 
bahan kimia yang mengandung merkuri pemutih wajah dan kulit. 
"Ini tidak boleh digunakan di apapun, dikulit dikomsumsi maupun didalam makanan itu tidak diperbolehkan apabila mengandung merkuri,"kata Lintang

 Lebih lanjut Lintang menuturkan, BPOM di Mamuju tidak serta merta melakukan penindakan, tetapi juga dilakukan sebagai upaya pembinaan, bagaimana agar produknya terdaftar serta dihimbau untuk memproduksi sesuai dengan standar kosmetim yang berdar di Indonesia. (Nas)  
 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer