Ketua KPK Tegaskan, Dalam Penyusunan RAPBD, Tak Ada Negosiasi Antara Legislatif dan Eksekutif

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
Advertorial
2020-01-22 | Dibaca: 98
MAMUJU (malaqbi.com) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Komjen. Pol. Firli Bahuri, pada Rabu 22 Januari 2020, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)

Dalam kunjungannya, Firli Bahuri menggelar pertemuan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar, pemerintah kabupaten se- Sulbar, dalam rangka strategi penguatan pencegahan korupsi untuk Sulbar maju dan bermartabat, yang berlangsung di ruang Auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar.

Gubernur Sulbar , Ali Baal Masdar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Ketua KPK di Sulbar, dan memberikan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah di Sulbar selama ini.

Selaku kepala daerah, dan wakil pemerintah pusat di provinsi, Ali Baal, mengharapkan bimbingan serta arahan dari Ketua KPK RI, agar pembinaan dan pengawasan tersebut dapat dilanjutkan dan terus ditingkatkan. 

"Hal ini sebagai wujud dari komitmen Pemprov Sulbar dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan korupsi,"pungkas ABM sapaan akrabnya

Sementara itu, ditempat yang sama, Firli Bahuri, mengatakan, kehadirannya di Sulbar untuk memastikan semua aktifitas pencegahan korupsi  di Sulbar berjalan dan memberikan andil dalam peningkatan pendapatan daerah dan negara. 

Melalui kesempatan itu, Firli juga menyinggung terkait proses penyusunan RAPBD yang dilakukan legislatif dan eksekutif, yang rawan menimbulkan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Firli menilai, dalam penyusunan RAPBD terkadang ada faktor kepentingan yang pada akhirnya terjadi tawar menawar, tarik menarik antara legislatif dan eksekutif. Apabila hal itu terjadi, maka menjadi cikal bakal terjadinya Tipikor. Sehingga dengan itu, Firli menegaskan, agar tidak ada negosiasi apapun antara legislatif dan eksekutif dalam penyusunan RAPBD.

"Saya titip jangan ada negosiasi apapun, karena sebenarnya kita mengabdi untuk bangsa, negara dan rakyat yang kita cintai. Pegang amanah rakyat, karena bapak dan ibu dipilih oleh rakyat, jangan sakiti hati rakyat."cetusnya. (Nas) 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer