Kampanye 16 HAKTP, Yayasan Karampuang Laksanakan Talkshow

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-11-25 | Dibaca: 74
MAMUJU (malaqbi.com) Dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Yayasan Karampuang bekerjasama Global Affairs Canada, Affairs Mondiales Canada, FAMM Indonesia, dan JASS Southeast Asia, meginisiasi pelaksanaan Talkshow dengan mengusung tema "Perempuan Bersuara: Bangun Solidaritas! Hnetikan Kekerasan Terhadap Permpuan.

HAKTP merupakan hari Internasional untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Kampanye 16HAKTP ini dilaksanakan mulai Tanggal 25 November sebagai hari Internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan hari Hak Asasi Manusia (HAM) 

Melaui sambutannya, Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni, yang sekaligus menjadi narasumber pada Talkshow tersebut, mengatakan, kekerasan terhadap perempuan kerpa terjadi dimana-mana bahkan dilingkungan sekitar kita, namun belum ada mekanisme yang jelas untuk menghentikan itu. 
 
Ija berharap akan lahir rekomendasi dari berbagai pihak terkait bagaimana pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan yang terjadi bukan hanya aberbentuk kekerasan fisik namun juga psikis dan seksual, yang biasanya dampaknya tidak terlihat langsung.  

"Pasca kegiatan ini disini kita akan membuat sebua rekomendasi-rekomendasi nantinya bagaimana kekerasan perempuan ini dilihat dari aspek hukum, aspek kebijakan dan aspek kita bicara di komunitas masyarakat, jadi bagaimana kita bisa melakukan gerak bersama, karena bersama kita kuat untuk melakukan perlawan kekerasan terhadap perempuan,"ungkap Ija sapaan akrabnya 

Sementara itu, dr. Marianti Erna, mengaku selama ini Dinas Pemberdayaan Perempuan tidak memiliki cukup banyak dana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan, sementara banyak kasus-kasus yang ditangani oleh dinas tersebut.

"Inilah yang selalu kami menyampaikan ke pusat, kenapa dinas kesehatan banyak diberikan dana sedangkan kita juga di pemberdayaan perempuan itu ada namanya aksus stunting, itu juga kami punya wilayah , pengendalian KB, pengendalian anak dan pengendalian penduduk,"bebernya  

Selain Ija Syahruni, Direktur Kartini Manakarra, Dian, dr Marianti Erna, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulbar, Jaksa dari Pengadilan Negeri Mamuju juga dihadirkan menjadi pembicara pada dialog tersebut. 

Tak hanya itu Komisoner Komisi Penyaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat, Sri Ayuningsih, juga terlihat hadir menjadi peserta pada pelaksanaan Talkshow tersebut yang dilaksanakan di Warkop Dj 47, Jl Jenderal Sudirman, Karema Selatan, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. (Nas)  
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer