Penetapan Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024, Hajrul Sebut Tidak Fair

Malaqbi.com | Redaksi

2021-06-08 | Dibaca: 188
MAMUJU (malaqbi.com) Akhirnya tim kerja bersama persiapan Pemilu-Pilkada 2021 telah menyepakati jadwal pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) hingga pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Dimana pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) 2024 rencananya akan dilangsungkan pada 28 Februari 2024 sedangan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dijadwalkan pada 37 November 2024.  

Menanggapi jadwal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 tersebut, Ketua Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Provinsi Sulawesi Barat, Hajrul Malik mengaku tak ada ada persoalan dengan jadwal yang ditetapkan tersebut, hanya saja jadwal tersebut menurutnya tidak fair. 

"Saya selaku ketua Gelora Sulawesi Barat kita siap dengan jadwal pemerintah yang sudah dikeluarkan minimal sudah menjadi patokan awal yang dilakukan oleh kpu,bawaslu dan DKPP bersama pemerintah bahwa KPU itu sudah menetapkan pemilu legisltif dan pilpres,"ujar Hajrul kepada wartawan, Senin 7 April 2021 di Mamuju


"Ini menurut saya adalah satu ketetapan yang sebetulnya kalau gelora itu tidak ada masalah. Cuman ini tidak fair, tidak konsisten. Karena mestinya kursi pemilu pilpres itu mestinya ya pemilu baru. Kenapa bukan di bulan 5, itu dipaksakan yah,"sambung Hajrul
Kata mantan politisi PKS ini, penguasa hari ini terlalu memaksakan cocok logi untuk menggunakan kursi lama sebagai perhitungan pengusungan pilpres. Mestinyakan kan di bulan Mei sesuai jadwal. Jadi pemilu dulu baru pilpres. 

"Karena pilpres sama pemilihan kepala daerah itu sama. Memilih eksekutif, tapi ini inkonsisten dalam aturan perundang undangan itu. Karena kursi lama."jelas Hajrul (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer