Insiden Detik-Detik Massossor Manurung, Pihak Kerajaan Mamuju Meminta Maaf

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-12-17 | Dibaca: 1907
MAMUJU (malaqbi.com) Terkait insiden pada detik-detik pelaksanaan Ritual Adat Massossor Manurung (pencucian keris pusaka) yang dilaksanakan di area Rumah Adat Mamuju, pada Selasa 17 Desember 2019, berbagai keritikan beredar di beberapa media sosial. 

Olehnya itu didampingi oleh Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, dan pihak Keluarga Kerajaan Mamuju yang diwakili oleh Putra Mahkota H Andi Bau Akram dan Andi Bachtiar Pue Dolla, Andi Iswandi Pue Dolla dan salah satu Tokoh Pitu Ulunna Salu (PUS) H.Damris, melakukan pertemuan di Masjid Kemenag Kabupaten Jl Ks Tubun Mamuju.

Masing-masing pihak pada pertemuan silaturahmi itu, memohon maaf terkait insiden tersebut, mereka menyampaikan bahwa tak ada niat untuk mengganggu kelancaran acara Festival Maradika itu.

Selain itu dalam pertemuan tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Kesbanpol Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Rahmat Sanusi.  Terkait indisen tersebut, dinilai hanya persoalan miskomunikasi antara pihak Panitia dan Keluarga Kerajaan. 

"Insya Allah momentum duduk bersama dan Silaturahmi ini akan menjadikan semakin Baik di masa depan."ujar Rahmat via whatsApp  (Nas) 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer