Hassanal:Jelang HUT Bhayangkara Kita Disuguhkan Tindakan Kekerasan

Malaqbi.com | Redaksi

2020-06-26 | Dibaca: 143
MAMUJU (malaqbi.com) Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, pada Jumat 26 Januari 2020 soreh menggelar unjuk rasa di Mapolresta Mamuju yang terletak di JL Ks Tubun Mamuju.

Aksi orasi tersebut sebagai bentuk kecaman terhadap salah satu oknum anggota Polisi yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu kader PMII yang ada di Pameksasan Pulau Madura Provinsi Jawa Timur, saat melakukan aksi.

Ketua Cabang PMII Mamuju, Muhammad Hassanal dalam orasinya menyampaiikan menjelang HUT Bhayangkara kita disuguhkan tindakan kekerasan sebagai yang dialami oleh salah satu sahabat kami kader PMII yang ada di Majalengka mengalami tindakan premanisme yang lagi-lagi dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

Didalam Undang-undang 1945 pasal 28 E dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekan menyampaikan pendapat di muka telah di jamin oleh undang-undag, selain itu dalam peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 sudah dijelaskan Protap Dalmas tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan yang tidak manusiawi terhadap massa asksi.

"Tapi nyatanya hari ini salah seorang sahabat kita berkucuran darah di medan perjuangan akibta tindkan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu aparat kepolsian. Jangan sampai kami menilai bahwa ada kongkalikong antara pemerintah dan pihak kepolsian, kenapa sampai sebegitunya dalam penangan massa,"jelas Hassanal

Hasanal menyampaikan, atas insiden tersebut, seluruh kader PMII yang ada dipenjuru tanah air tentu sangat merasa kecewa serta mengecam keras pelaku tindakan premanisme yang dilakukan oleh Oknum aparat kepolisian.

"Kami meminta kepada Kepolisian RI untuk mengusut tuntas pelaku tindakan represif yang ada di Majalengka,"tegas Anal sapaan akrabnya

Kapolresta Mamuju, AKBP Minarto dihadapan massa aksi menyampaikan, unjuk rasa yang dilakukan oleh PMII tersebut sebagai bukti bahwa PMII peduli kepada bangsa dan negara ini. 


"Saya sampaikan disini di Mamuju insya Allah saya selaku Kapolresta akan mengupayakan tidak ada penegakan hukum yang melanggar hukum. Kalau namanya melaksanakan penegakan hukum tidak boleh melakukan elanggaran hukum, dan akalau ada dari anggota kita yang melakukan pelanggaran hukum pasti akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,"jelas Minarto

Lebih lanjut ia menyampaikan di kepolsian yang namanya penegak hukum harus lebih mengerti hukum sehingga sangsinyapun harus lebih berat. (Nas)   
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer