Hadiri Coffee Morning, Polda, Iswar Sampaikan Beberapa Permasalahan di Tommo

Malaqbi.com | Redaksi

2022-08-04 | Dibaca: 221
MAMUJU (malaqbi.com) Sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas dan kondusif di Masyarakat, Polda Sulbar ajak para aktivis dan pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Daerah (Organda) untuk bekerjasama.

Melaui coffee morning yang digelar di Ba,go resto Maleo, pagi tadi, Kapolda Sulbar Irjen Pol Verdianto I. Bitticaca menyampaikan apresiasi atas kehadiran para aktivis dan pemuda di Mamuju dengan harapan dapat membantu pihak Kepolisian khususnya Polda Sulbar dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Dalam membangun sinergitas, meskipun kita berbeda namun harus tetap dalam kebersamaan dan tetap bersama dalam perbedaan,"ucap Verdianto

Mantan Kakorps Polairud Baharkam Polri ini juga meminta agar setiap penyeleaaian masalah diupayakan melalui jalur damai agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan ataupun tidak senang.

“Tidak selamanya permasalahan diselesaikan dengan jalur hukum, itu adalah pilihan terakhir sehingga alangkah baiknya jika kita bersama-sama menyelesaikan semua permasalahan dengan cara yang lebih baik yaitu dengan berdamai,"ucapnya

Ketua Mahasiswa Leling Raya, Iswar, mengapresiasi atas upaya Polda Sulbar tersebut. Menurutnya dengan adanya kegiatan seperti itu mereka dapat menyampaikan secara langsung beberapa aspirasi yang selama ini belum tersampaikan.

"dengan beberapa permasalahan yang serius khusunya didaerah leling dan tommo. Yang pertama terkait permasalahan antara masyarakat dan pihak perusahaan yang sampai hari ini belum ada titik temu yang dimana kebun sawit plasma yang belum menuai solusi sehingga masyarakat terus-terusan berkonflik dengan perusahaan bahkan ketika dalam dekat ini tidak ada titik temu antar kedua belah pihak, masyarakat dan perusahaan maka konflik ini bisa berkepanjangan dan berakibat fatal,"jelas Iswar

"Mana lagi CSR perusahaan ini yang tidak jelas dialokasikan kemana. Kemudian yang kedua terkait irigasi yang ada di Tommo. Sudah memasuki pertengahan tahun 2022, pembangunan irigasi di Kecamatan Tommo belum juga selesai."ungkap Iswar

Lebih lanjut Iswar menjelaskan, padahal, proyek itu mulai dikerjakan pada awal 2010 lalu dan tentunya menelan anggaran tidak sedikit. Sehingga ia menduga ada praktik main-main anggaran dalam proyek tersebut.

"Kamipun menegaskan bakal melakukan gerakan massa untuk menuntut kejelasan pembangunan irigasi Tommo.
Saya curiga bahwa ini (proyek irigasi) ada penggelapan anggaran,"sebut Iswar (nas) 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer