Gema Difabel Mamuju Kecam Oknum Satpol PP Boneyang Lakukang Penganiayaan



Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-12-26 | Dikunjungi: 31 Kali
Mamuju (malaqbi.com) - Gerakan Mandiri (Gema Difabel) Kabupaten Mamuju mengecam tindakan arogan yang dilakukan oleh beberapa oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Bone yang telah melakukan penganiaan terhadap Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Andi Takdir.
"Kami Gema Difabel Mamuju sangat menyayangkan dan mengecam tindakan arogan yang dilakukan oleh beberapa oknum satpol PP Kabupaten Bone Sulsel yang melakukan pemukulan dan penganiayaan itu," tegas Ketua Gema Difbel Mamuju, Safaruddin, kepada wartawan, Selsa (26/12/17).
Pihaknya ikut mendesak kepolisian di Kabupaten Bone agar mengusut tuntas kasus tersebut. 
"Saudara Andi Takdir menemani anaknya untuk refreshing di Lapangan Merdeka Bone, justru mendapatkan perlakuan yg arogan dari beberapa oknum Satpol PP dan bahkan saudara Andi Takdir dipukul didepan anaknya yg berusia 4 tahun. Jadi polisi harus bertindak atas kasus ini," ungkapnya. 
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Dewan Pembina Gema Difabel Kabupaten Mamuju, Ashari Rauf. Di mendesak, agar kepolisian melakukan proses terhdap oknum Satpol PP yabg tidak berprikemanusiaan itu.
"Kasus ini harus diproses secara serius kasihan saudara kita dari penyandang disabilitas itu. Apa lagi pemukulan Takdir terjadi di hadapan anaknya yang masih di bawah umur. Ada anaknya baru diperlakukan begitu, bagaimana itu Satpol PP. Itu namanya tak berprikemanusiaan," tegas Ashari.
Seperti yang dilansir dari sejumlah media online di Sulsel, video kasus dugaan penganiayaan itu terhadap Takdir beredar di salah satu grup chatting dan Telegram wartawan Bone. Dalam video itu oknum anggota Satpol PP memukul bagian kepala korban.
Kejadian ini bermula sekira pukul 22.15 Wita setelah Ketua PPDI Bone itu protes tindakan sejumlah anggota Satpol PP yang hendak membubarkan aktivitas menari yang dilakukan salah satu komunitas di Lapangan Merdeka Watampone.
Sejumlah oknum Satpol PP datang mengerumuni dan menendang bahkan memukuli bagian kepala Takdir.
Pasca kejadian, Takdir, langsung bergegas ke rumah sakit guna melakukan visum untuk kepentingan pelaporan ke pihak berwajib atas peristiwa yang dialaminya. (**)
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer