GMNI Mamuju Nilai Belum Ada Progres Signifikan Pasca Gempa 15 Januari Lalu

Malaqbi.com | Redaksi

2021-06-08 | Dibaca: 155
MAMUJU (malaqbi.com) Genap 100 hari pasca dilantiknya Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi dan Wakil Bupati Mamuju Ado Mas,ud, dalam memimpin Kabupaten Mamuju yang diklaim menorehkan sejumlah catatan menarik.

Dimulai dari langkah awal terhadap upaya penanganan bencana, bupati dan wakilnya yang memang menjabat pada fase kurang menguntungkan saat menghadapi dua bencana sekaligus, yakni covid-19 dan juga bencana alam gempa bumi, dinilai cukup berhasil mengorganisir kondisi tersebut, terutama dalam menyatukan sumberdaya dari internal pemerintah dengan lembaga mitra yang disusun memalui pembentukan Satgas dan diteruskan dengan kelompok kerja (Pokja)

Atas langkah itu, sekitar 78 lembaga mitra dapat bersinergi dengan baik dalam menyalurkan segala bentuk bantuan ke mamuju. 

Namun langkah tersebut ternyata tak seluruhnya menganggap berhasil. Salah satunya Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Muhammad Fatir, dirinya menyebutkan pada peristiwa gempa bumi 15 Januri 2021 lalu ,telah banyak menelan korban yang memang perlu menjadi prioritas perhatian pemerintah. 


"Menurut saya belum ada progres yang signifikan dalam penanganan gempa khususnya diwilayah Mamuju kita lihat dari bulan januari hingga juni ini pemerintahan mamuju masih amburadul persoalan data korban gempa ini,"Ujar Fatir kepada media ini, Senin 7 Juni 2021

Selain itu, ia mengindikasikan tidak adanya sinergitas yang baik antara Bupati dan para OPD terkait yang kemudian menyebabkan kelambatan dalam proses penanganan gempa. Baru-baru ini pemkab mamuju mendapat WTP 
"Yang menurut saya kita harus realistis bahwa dalam seratus hari kerja pemkab banyak kejanggalann yang terjadi dalam proses penggunaan anggaran dalam pemkab."ungkap Fatir

"Kami melalui Koalisi Masyarakat Sipil (Kms) yang tergabung dalam beberapa lembaga kepemudaan dan kemahasiswaan melalukan advokasi langsung kelapangan menemui beberapa problem di beberpa OPD dan masyarakan yang terdampak gempa, seperti tidak adanya transparansi penggunaan anggaran dan penanganan gempa, seperti dana habis pakai 1 M dari PBPD dalam tanggap darurat tidak jelas peruntukannya dan saat kami meminta pertanggung jawaban di OPD terkait kemudian tidak diberikan,"sambungnya Fatir

Lebih lanjut Fatir mengatakan, belum lagi tak adanya pelibatan masyarakat dalam penanganan gempa, tidak adanya kanal aduan dan informasi di tiap kecamatan dan banyak lagi hal hal teknis yang tidak disampaikan kepada publik terkait proses distribusi bantuan korban gempa. 

"Kami mengkhawatirkan proses yang lamban dan tidak tetap ini dapat menimbulkan konflik horisontal dimasyarakat. Dan tentunya kami akan terus membagun komunikasi vertikal untuk kemudian memantau kerja-kerja pemkab baik dalam penanganan gempa maupun program lainnya, agar kemudian apa yang kita harapkan dalam kerja kerja pemkab berjalan diatas kepentingan rakyat."pungkas Fatir 

Sementara itu Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas,ud pada momentum program 100 hari kerja mengaku punya optimisme yang tinggi akan memaksimalkan segala upaya dalam merealisasikan komitmen dan jani politknya untuk masyarakat Mamuju.

Seperti yang dikutip pada laman wacana.info, Ado Mas,ud mengaku optimisme tersebut mendudukkan diatas relasi yang cukup harmonis dengan para pemangku kebijakan di level pemerintah pusat, sebab kata dia tak cukup jika sekedar mengandalkan kekuatan finalisasi daerah yang jauh dari kata memadai. 

"Melakukan berbagai macam strategi dengan relasi yang ada di pemerintah pusat. Makanya proses perencanaan pembangunan sasarannya memang yang betul-betul prioritas dengan penggunaan anggaran yang efisien. Meski begitu tetap kita optimis dan yakin. Akan kita maksimalkan tahun depan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),"ucap Ado

"Kita akan patahkan opini itu, walaupun gempa walaupun covid, walaupun interval waktu yang terbilang singkat ya kita akan lihat nanti. optimisme itu tetap ada kita akan buktikan bahwa kita akan maksimalkan semuanya meski ditengah situasi seperti saat sekarang ini,"pungkas Ado (Nas)

Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer