Forum Kenelayanan DKP Sulbar Akan Hadirkan Dirjen Perikanan Tangkap

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-11-04 | Dibaca: 104
MAMUJU (malaqbi.com) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa 5 November 2019 besok akan melaksnakan kegiatan Forum Kenelayanan. 

Selain sarana dan prasarana penangkapan ikan, kesiapan pelabuhan perikanan sebagai sentra kegiatan perikanan tangkap akan menjadi salah satu strong poin dalam pembahasan pada melaksanakan Forum Kenelayanan se-Sulawesi Barat yang bertempat di salah satu hotel ternama yang terletak di Jl Yos Sudarso Mamuju itu

Demikian yang disampaikan Plh. Kabid Perikanan Tangkap DKP, Wawan Jurwanto pada saat konferensi pers di Warkop Ngalo Mamuju, Minggu 03 November 2019
Selain itu Wawan mengungkapkan,bahwa jumlah nelayan Provinsi Sulbar terjadi penurunan dari sebelumnya pada tahun 2017 sebanyak 58463 menurun derastis menjadi 32156, sementara untuk Rumah Tangga Perikanan Nelayan (RTP) pada tahun 2017 berjumlah 13.001 menjadi 12.022. 

Sementara itu, Ketua DPD Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Sul Bar. Dr. Suyuti Marzuki, M.Sc, pada acara Forum Kenelayanan nantinya tidak sekedar jadi momentum  tetapi ada strategi yang dibangun.

"Acara besok saya akan mencoba mengkaji strateginya. Mungkin sudah menampilka strategi pokok apa yang harus dilakukan, kelemahan kita di daerah, termasuk Sulawesi Barat, tidak paham apa strategi yang harus dijalanka, kalau pun paham tidak dikawal strategi itu sehingga dis persinya terlalu besar,"ungkap Suyuti

Tak hanya itu pada acara Forum Kenelayanan nanti juga akan mendorong mekanisasi perikanan tangkap, sehingga dengan itu diharapkan dapat menambah PAD Sulbar

"Perkiraan saya Sulbar puya beberapa kapal perikanan tangkap minimal 100 gross ton, ya mungkin 2 atau sampai 3, 4 kalau mampu 10, luar biasa itu, tiap hari sudah bisa menambah PAD Sulawesi Barat. Ini yang akan kita dorong nanti, makanya dihadirkan Dirjen perikanan tangkap, mudah-mudahan pak menteri bisa melihat potensi ini, memang ini selama ini tidak menjadi prioritas,"jelas Suyuti

Lebih lanjut Suyuti menerangan bahwa jumlah nelayan Sulbar mengalami penurunan drastis, sehingga itu juga dibutuhan kajian strategi, sehingga secara spesifik ia menilai bahwa sektor ini belum mendapat priortas yang cukup.

"Daerah harus mau megkaji strateginya gitu kan, kemana orang-orang ini, kok tiba-tiba hilang gitu."pungkas Suyuti. (Nas)   
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer