Dialog Publik, Danrem Himbau Mahasiswa Jaga NKRI

Gerakan deradikalisasi dan segala upaya untuk menetralisir paham- paham radikal melalui pendekatan interdisiplinier, hukum, psikologi, agama dan sosial budaya bagi mereka yang dipengaruhi atau terekspose paham radikal dan/ pro kekerasan terus dilakukan
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra menggelar dialog publik dengan tema Memutus rantai radikalisme dalam perspektif dengan pendekatan Mahasiswa


Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2017-02-21 | Dikunjungi: 300 Kali
MAMUJU (malaqbi.com) - Gerakan deradikalisasi dan segala upaya untuk menetralisir paham- paham radikal melalui pendekatan interdisiplinier, hukum, psikologi, agama dan sosial budaya bagi mereka yang dipengaruhi atau terekspose paham radikal dan/ pro kekerasan terus dilakukan.

Salah satunya kegiatan dialog publik dengan tema " Memutus rantai radikalisme dalam perspektif dengan pendekatan Mahasiswa" yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Manakarra di sebuah warkop yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/2).

Terlihat hadir beberapa organisasi LSM dan organisasi kemahasiswaan pada dialog tersebut. Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Tandyo Budi yang hadir sebagai pembicara menyampaikan agar mahasiswa tidak mudah dibenturkan dengan provokasi oleh orang yang memiliki kepentingan pribadi, terlebih lagi  orang-orang yang ingin memecah NKRI.

"Jangan mau dibenturkan oleh orang lain yang mempunyai kepentingan pribadi, Selalu menjaga kekompakan dalam menjaga NKRI dan pancasila yang selalu dirong rong oleh pihak asing.  serta Liberalisme dan radikalisme yang bisa  memanfaatkan mahasiswa dengan sasaran dalam era sekarang ini," ujarnya.

Ia meminta agar mahasiswa fokus untuk menggali ilmu pengetahuan dengan benar sehingga jauh dari ajaran sesat dan menyesatkan yang merupakan salah satu faktor penyebab radikalisme.

"Belajar Ilmu pengetahuan dengan benar sehingga ajaran sesat tidak mudah berkembang, Membangun SDM yang baik agar tidak  dapat dipengaruhi paham yang radikalisme serta Mengcounter ideologi radikalisme yang menyerang NKRI," pungkasnya. (Nas)

Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer