Dalam Rangka PEN, Kegiatan Padat Karya KLHK Mulai Dilaksanakan Di Sulbar

Malaqbi.com | Redaksi

2020-10-18 | Dibaca: 152
MAMUJU (malaqbi.com) Sebagai upaya pemerintah dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masyarakat dimasa pandemi covid 19, pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan luncurkan program padat Karya Penanaman Mangrove

Pelaksanaan program Padat Karya ini di Provinsi Sulawesi Barat dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Lariang Mamasa

Kepala Balai BPDASHL Marthen Baturante, S.Hut.,M.Si mengatakan kegiatan padat karya penanaman mangrove tahun 2020 ini merupakan perogram nasional Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka pemulihan Ekonomi Nasional di masa pandemi covid-19.

Selain itu kata dia, kegiatan padat karya penanaman mangrove tahun 2020 ini adalah merupakan program pelestarian lingkungan atau ekosistiem mangrove dengan melakukan penanaman mangrove pada areal-areal kritis di wilayah pesisir baik didalam maupun dikawasan hutan dengan pelibatan masyarakat yang terdampak pandemi covid 19 melalui kelompok-kelompok tani hutan binaan KLHK Proklim atau kelompok komunitas lainnya.

"Provinsi Sulawesi Barat melalui BPDASHL Lariang Mamasa mendapat sasaran program seluas 500 HA yang melibatkan 32 kelompok tani dengan anggota kelompok penerima program PEN sebanyak 1.077 orang,"ucap Marthen pada cara serah terima Buku Rekening Kelompok dan Bibit Mangrove yang berlangsung di Kantor BPDASHL Lariang Mamasa, Jl Abdul Malik Pattana Endeng Mamuju, Minggu 18 Oktober 2020

Merthen menjelaskan kegiatan padat karya penanaman mangrove terdiri dari penyediaan bibit, penanaman dan pengawasan yang seluruhnya dilakukan oleh anggota kelompok dengan pola pembayaaran dibayarkan secara langsung melalui rekening kelompok dan anggota kelompok penerima program PEN.

"Sehingga dimasa pandemi covid 19 ini diharpkan program padat karya penanaman mangrove dapat membantu atau meningkatkan daya beli masyarakat dalan rangka pemulihan ekonomi khususnya di provinsi Sulawesi Barat,"ucap Marthen

Lebih lanjut ia mengungkapkan Provinsi Sulawesi Barat memiliki ekosistim mangrove yang baik yang dapat dijadikan destinasi wisata mangrove dimasa yang akan datang sehingga diharapkan menjadi potensi ekonomi masyarakat dan juga akan menjadi aset dan pendapatan bagi pemerintah daerah Sulawesi Barat.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi IV DR H Suhardi Duka MM, yang merupakan mitra utama KLHK dalam arahannya dimasa pandemi terdapat banyak kebijakan pemerintah untuk melakukan Padat Karya, serta anggaran pemerintah untuk diberikan langsung kepada masyarakat.

"Olehnya itu kami komisi IV bersama dengan ibu Nurbaya Menteri KLHK menyiapkan kegiatan-kegiatan berupa padat karya yang bisa langsung manfaatnya kepada masyarakat tapi juga manfaatnya kepada lingkungan,"ungkap pria yang akrab disapa SDK itu

Pihaknya berharap dengan program padat karya tersebut, mangrove ini terjaga dengan baik, karena tanaman mangrove merupakan ciri Indonesia.

"Tidak banyak negara punya mangrove dan ini mangrove kalau tidak dipelihara dengan baik terkikis terus, jadi dengan demikian kita minta masyarakat yang menanam dan masyarakat juga memelihara,"jelas SDK.

Untuk diketahui pada serah terima tersebut SDK bersama Kepala Balai BPDASHL menyerahkan secara simbolis bantuan bibit mangrove serta buku rekening BRI kepada masing-masing ketua dan perwakilan para kelompok tani. (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer