Bakri Bestari: Pilkada Ditunda, Itu Hanya Instrumen Penggantian Pemimpin

Malaqbi.com | Redaksi

2020-04-07 | Dibaca: 50
MAMUJU (malaqbi.com) Ketua DPC KPB Mamuju, Muhammad Bakri Bestari, menyebut bahwa memang sebaiknya Pilkada serentak ini ditunda, menurutnya Pilkada sekedar hanya instrumen untuk penggantian pemimpin baik itu wilayah, kabupaten atau provinsi. 
Mari kita berpikir berapa banyak APBN, APBD yang harus terkuras untuk membiayai penanganan penanggulangan covid 19 ini. Jika Pilkada itu sekedar memilih pemimpin tak ada masalah jika ditunda dulu.

"Nah kalau Pilkada itu sekedar memilih pemimpin setahun dua tahun sepuluh tahun pun ditunda itu tidak ada masalah karena tetap ada regulasi di negara ini yang mengatur ketika habis masa jabatann berarti ada karateker atau bisa ada apjs atau apalah namanya, ada regulasi yang mengatur tentang itu, jadi pilkada ini bukan hal yang sangat penting kalau saya,"jelas Bakri sapaan akrabnya, Senin 6 April 2020
Yang lebih penting kata dia, bagaimana kita saat ini segera keluar dari covid-19, karena jika pilkada itu mau dilaksanakan secara langsung atau ditunjuk langsung atau dipilih DPR, itu tidak ada masalah dan hanya mengganti pimpinan. 

Sementara untunk Pembatasan Sosial Berskala Besar, dirinya sangat sepakat namun harua dibarengi dengan upaya lain misalnya setiap daerah atau wilayah tertentu pemerintah sudah memiliki perangkat-perangkat untuk identifikasi dan penyelesaian, 

"Misalnya sebaiknya dibeberapa daerah ini kalau bisa skalanya sampai ke kabupaten-kabupaten itu sudah ada apat untuk mendeteksi soal covid 19 ini, kemudian masyarakat kita kalau dilarang keluar rumah itu kan tidak mungkin semua mungkin akan ada satu dua, contonya seperti pedagang keliling, ada juru antar atau kurir, mungkin pekerja pekerja seperti itu yang membantu kita di rumah yang lagi social distancing mendapat fasilitas lebih dari negara, mereka dilengkapi dengan masker, hand sanitizer dan sebagainya,"jelas Bakri. (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer