Atas Insiden Demo Kemarin Kapolda Sulbar Meminta Maaf

Nasrullah | Pemimpin Redaksi

Lahir di Ujung Utara Mamuju. Pecinta Sheila on 7
2019-09-27 | Dibaca: 191
MAMUJU (malaqbi.com) Unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD  Provinsi Sulawesi Barat pada, Kamis 27 September berlangsung ricuh sesaat setelah aparat keamanan melakukan tembakan gas air mata ke arah massa aksi. 

Atas insiden tersebut, tak hanya ketiga massa aksi dari mahasiswa yang diamankan petugas, salah satu jurnalis yang bergabung sebagai massa aksi juga terkena pukulan dibagian kepala oleh aparat keamanan. 

Kronolgis kejadian itu bermula saat massa aksi diarahkan masuk kedalam pelataran Kantor DPRD Sulbar oleh Kapolres Mamuju, namun tiba-tiba aparat keamanan dari satuan Brimob mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah massa aksi yang masih berada diluar area kantor DPRD Sulbar itu.

Anhar adalah salah satu jurnalis aktif di salah satu media online katinting.com berusaha menghalau para aparat agar menghentikan tembakan gas air mata itu, namun bukannya berhasil justru ia mendapat pukulan dibagian kepala kepala oleh salah satu aparat.  
Atas kejadian tersebut, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, menyampaikan permintaan maaf. Dirinya mengaku tak pernah merasa berat untuk meminta maaf atas kekeliruan yang dilakukan anggota nya di lapangan. 

"Saya tidak pernah berat untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang anak buah saya lakukan,"ucap Baharudin pada acara coffee morning yang digelar di kantin Dirlantas Polda Sulbar, Jumat, 27 September 2019

Selain itu, Baharuddin Djafar mengaku atas insiden yang terjadi terhadap tersebut, tidak ada dalam perintah, sehingga akan tetp di proses 

"Jangan saya hanya kencang keluar kedalamnya tidak, insya Allah kedalam harus  saya tetap tegakkan hukum, keluar juga ya tetap, itulah namanya adil, karena tidak pernah ada perintah itu,"ucap nya

Sementara itu Anhar menegaskan kepada Polda Sulbar untuk tetap dilakulan evaluasi terhadap personel linglup Polda Sulbar. Kejadian kemarin itu bukan kejadian seorang jurnalis menjalankan tugas jurnalistik nya sehingga tidak bisa masuk ke ranah undang-undang pers, tapi sebagai massa aksi itu kami melakukan

"Dan memang ini sebuha resiko tapi tentu resiko itu kami tidak mau terima gratis sehingga kami berharap lewat ibu Kabid nanti penekanannya disampaikan ke pak Kapolda bahwa teman-teman berharap bahwa ada penegakan serius terhadap anggotanya yang melanggar di lapangan."harap Anhar (Nas) 
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer