Hasrat Lukman Sebut TPP KONI Tak Paham Aturan

Malaqbi.com | Redaksi

2021-06-26 | Dibaca: 269
MAMUJU (malaqbi.com) Calon Ketua Koni Sulawesi Barat Asrat Lukman menilai banyak terjadi kejanggalan terhadap Tim Penjaringan dan Penyaringan (TTP) Bakal Calon Ketua Koni Sulbar periode 2021-2025.

Hasrat mengatakan, dalam organisasi KONI sangat menjunjung tinggi aturan dan kita harus aportif menjalankan itu. Karena itu asas di olagraga kita. Tidak boleh kita melakukan lompatan-lompatan.

"Mencermati apa yang dilakukan oleh TPP dan karateker dari awal memang sudah ganjal. Saya sebagai pengurus Koni 2 periode heran kok tiba-tiba ada namanya karateker, ini kan bikin malu kita orang Sulbar ini hanya karena TPP yang tidak ngerti aturan dan memaksakan kehendaknya,beber Hasrat kepada wartawan, Sabtu 26 Juni 2021 di Mamuju.

Disisi lain kata dia, melalui aturan yang tertuang dalam AD-ART pengurus Koni yang akan melakukan Muadah diberikan waktu selama 6 bulan untuk melakukan Musyawarah Provinsi (Musprov)

"Diaturan yang ada di anggaran dasar itu ada waktu enam bulan untuk kami melaksanakn musrov, tapi itu kami tdk diberikan kesempatan, mereka ambil alih,"kata Hasrat

"Karateker biasanya itu kan hanya satu orang untuk ditunjuk selebihnya itu nanti dilengkapi oleh pengurus-pengurus yang dimisioner dan staf-staf yang ada, tapi mereka datang dengan lengkap,"sambung Hasrat

Selanjutnya yang dianggap ganjil adalah terkait karateker pengurus KONI yang membentuk TPP dan terdiri dari para pengurus yang tergabung dalam pengurus karateker itu sendiri.

"Karateker ini membentuk yang namanya TPP. Terdiri dari orang-orang karateker itu juga,"ujar Hasrat

Dengan TPP tersebut Asrat menilai terkesan mencabik-cabik rasa persatuan masyarakat Sulbar. Saya terkesan berhadap hadapan dengan Gubernur. Bahkan persoalan ini dikait-kaitkan dengan peraoalan Pilgub.

"Saya ini mau maju sebagai ketua KONI yang sesuai regulasi dan sesuai aturan yang ada saya berusaha memenuhi itu baik itu PP, Undang-Undang dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, dan kapasitas saya sebagai orang olahraga yang ingin berpartisipasi dalam suksesi ini, bukan direkayasa sedemikian rupa sehingga saya seakan akan juatru saya bersyarat tidak disyaratkan, tidak diterima, itu yang kebertan saya dan itu saya lakukan perlawanan,"jelas Hasrat (Nas)
Copyright @2011-2019 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer