Ashari Rauf : Kaum Muda Perlu Membentuk Forum Kedamaian Di Nusantra

Ashari Rauf bersama imam mesjid Istiqlal, Prof. H. Nasaruddin Umar


Panji Wijaya | Reporter

Bukan Manusia Millenium, namun namanya terobsesi dari Super Hero Indonesia, Panji Manusia Millenium.
"Manusia harus memposisikan dirinya sebagai manusia"PW
2017-12-19 | Dikunjungi: 84 Kali
JAKARTA (malaqbi.com)  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Koordinasi Nasional bersama 32 pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) se Indonesia, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang berangsung selama tiga hari ini, mulai Tanggal 18 sampai 20 Desember 2017.
Selain melaksanakan rapat koordinasi, acara ini juga dikemas dalam bentuk dialog bersama sekitar 300 peserta dari FKPT dan BNPT. Dalam kesempatan itu, Sekretaris FKPT Sulawesi Barat, Ashari Rauf, meminta agar BNPT dapat membentuk duta damai di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Barat.

"Seperti kita tahu bahwa BNPT ternyata baru membentuk duta damai di 10 Kota di Indonesia, seperti kota Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Jogjakarta dan Padang Sumatera Barat. Kita mau, BNPT juga dibentuk di daerah lainnya, utamanya kami di Sulawesi Barat," sebut Ashari.

Kata Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Mamuju ini, dengan membentuk duta damai melibatkan kaum muda dipastikan memberi dampak yang sangat positif dalam mencegah kelompok-kelompok provokatif dan radikal di media sosial.
"Duta damai ini nantinya memiliki paling tidak 60 anak muda penggemar dunia maya. Tentu mereka sangat aktif di dunia maya. FKPT lah yang memilih masing-masing di setiap daerahnya. Perlu diketahui, bahwa sekarang ini pengaruh dunia maya sangat besar," katanya. 

"Dan kelompok-kelompok radikal ini sangatlah aktif dan berperan di medsos. Yang  dilakukan kelompok radikal ini adalah propaganda, penggalangan dan provokasi. Mereka jago sekali memprovokasi dan membalikkan fakta-fakta, termasuk mendoktrin pengguna media sosial," sambungnya.

Olehnya, menurut Ashari, harus ada desain yang lebih matang untuk melibatkan kaum muda dengan membentuk duta damai di setiap Provinsi di Indonesia yang belum terbentuk."Karena mereka sangat aktif melakukan provokasi, maka kita mencoba untuk mengimbangi agar generasi kita yang masuk dalam duta damai ini nantinya bisa aktif menyebar kedamaian dan mencunter kelompok-kelompok itu di media sosial,". Jelasnya.

Kaum muda, tambah kader muda Nahdlatul Ulama (NU) ini, harus dirangkul agar eksis menyebar kedamaian di media sosial di daerah masing-masing."Mereka harus terlibat eksis memviralkan kegiatan-kegiatan positif yang lebih kepada kedamaian dan hal-hal positif," kuncinya.

Khusus di Sulbar, lanjut pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar ini, benar-benar harus dipertimbangkan segera dibentuk. Sebab, wilayah Sulbar merupakan segitiga emas, berbatasan langsung dengan Poso Sulteng, Sulsel dan Kalimantan Timur.

"Terlebih pengguna media sosial berupa Facebook di Sulbar sudah sekitar 200 ribu orang menggunkan Facebook. Olehnya, kalau tidak dicegah dari sekarang masyarakat pengguna media sisoal bisa terprovokasi. Ilehnya saya dorong untuk membentuk duta damai di seluruh Indonesia, utamanya di Sulbar," terangnya. (*).
Copyright @2011-2016 malaqbicom, All Rights Reserved :: Redaksi | Pedoman Media Siber | Iklan | Disclaimer